• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda NTB, Tangkap Tujuh Tersangka Kasus TPPO Ke Suriah

18 June
14:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Subdit IV Bidang Renakta, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda, selama tahun 2019, menangkap tujuh tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO), dengan korban sebanyak sebelas orang dikirim ke Suriah.

Kasubdit IV Bidang Renakta, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, AKBP NI Made Pujawatie mengungkapkan,   dari tujuh tersangka tersebut, masuk dalam empat laporan perkara.

“Dari empat perkara, dua perkara diantaranya sudah dirilis beberapa waktu lalu, dan hari ini kami meliris dua laporan polisi nomor 27 dan laporan polisi nomor 127 dengan 4 tersangka,” ucap Ni Made Pujawatie, Selasa (18/6/2019).

Ni Made Pujawatie menjelaskan dari dua perkara tersebut, pihaknya sudah ditetapkan   masing-masing  dua orang tersangka yaitu, BH (39), warga Kayangan Lombok Timur, kemudian  FY (49), warga Jalan Erlangga Gang Masjid Noor Nomor 18 E, Kelurahan Kampung Bugis,Kecamatan Buleleng, Kota Singaraja.

Untuk satu berkas perkara lagi, juga ditetapkan dua tersangka masing-masing berinisial  BA (48), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat dan BE (42),warga Perum Bunul Asri, Kelurahan Bunurejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

Empat perkara ini memiliki jaringan yang sama dengan memberangkatkan calon TKW dengan iming-iming pekerjaan dan gaji yang sama, namun nyatanya di sana mereka, tidk mendapatkn pekerjaan sesuai yang di janjikan, justru di perdagangkan kepada orang-orang di Suriah.

“ Dua kasus ini  terbongkar dari hasil pemgembangan dan penyelidikan dari kasus  pertama LP nomor 27/1/2019, dari sinilah terbongkar lagi,” jelasnya.

Penyidik menemukan fakta dan peristiwa  bahwa dalam pengiriman para TKW keluar negeri yang dilakukan tersangka BA dan BE, terdapat satu orang anak perempuan bernama Usnul Hotimah (13) menjadi korban  TPPO yang dikirim ke Suriah.

“Karena korbannya anak-anak, maka penyidik membuat laporan tersendiri, sehingga tersangka BA dan BE harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus TPPO yang saat ini ditangani,”pungkas Ni Made.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00