• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2019

18 June
07:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden pada hari ini, Selasa (18/6/2019) pagi.

Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Fajar Laksono menjelaskan bahwa sidang akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

"Kita masuk dalam sidang pemeriksaan. Persidangan akan dimulai jam 9 pagi,” jelasnya dalam laman resmi Mahkamah Konstitusi, Selasa (18/6/2019).

Adapun Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap permohonan tetap dijatuhkan pada Jumat, 28 Juni 2019. Meskipun majelis hakim telah mengundur jadwal persidangan selama satu hari.

Sebelumnya, Majelis Hakim Konstitusi memutuskan tetap menggelar sidang lanjutan pada Selasa (18/6/2019), padahal seharusnya sidang lanjutan
digelar pada Senin (17/6/2019).

“Untuk saat ini tak ada perubahan, yakni tetap di tanggal 28 Juni. Sebab tidak sesuai ketentuan undang-undang jika sampai diputus melampaui tanggal tersebut,” tegasnya.

Fajar merujuk pada Pasal 475 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal tersebut diatur MK harus memutus PHP Presiden dan Wakil Presiden 2019 paling lambat 14 hari setelah diterimanya permohonan pemohon.

Sementara itu, kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dorel Almir mengatakan timnya mengirim empat truk alat bukti tambahan ke MK hari ini.

Dia menyatakan pihaknya baru saja berkoordinasi dengan pihak MK terkait pengiriman alat bukti ini.

“Jadi kami berkoordinasi dulu ke MK. Kemungkinan empat truk yang akan kita antar,” kata Dorel.

Alat-alat bukti yang akan diserahkan, kata Dorel, adalah dokumen C1 plano dari enam provinsi. Tiga provinsi dari Kalimantan, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Sementara tiga provinsi lainnya dia tidak merinci secara jelas.

Sementara, Ketua Tim Pengacara paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra dan tim telah menyerahkan 30 alat bukti yakni terbagi 19 alat bukti sebelumnya yang telah diserahkan dan 11 alat bukti lainnya merupakan alat bukti baru.

"Alat yang kita masukkan mencapai 30 alat bukti. Dulu 19 sekarang sampai P30 atau 30 alat bukti, kata Sekretaris Tim Hukum Jokowi - Maruf, Taufik Basari, Senin (17/6/2019).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00