• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Kongres PDIP Buka Peluang untuk Pemilihan Ketum Baru

17 June
23:29 2019
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan melaksanakan Kongres V pada bulan Agustus mendatang. Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) menyambut baik itu. Pasalnya bukan tidak mungkin salah satu yang akan dibahas dalam Kongres nanti adalah terkait dengan pergantian Ketua Umum (Ketum).

Ketum Kombatan, Budi Mulyawan mengatakan, dipercepatnya kongres itu menandakan kalau partai berlambang Moncong Putih butuh sesuatu. Namun kebutuhan itu hanya dimengerti oleh Ketua Umum dan pengurus partai sendiri. 

"Apakah dengan dipercepatnya Kongres itu akan membuka peluang regenerasi kepemimpinan partai?" tanyanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/6/2019). 

Meski demikian, Budi mengaku berharap kalau kongres menjadikan agenda pemilihan ketua umum sebagai salah satu hal utama yang dibahas. Sebab memilih calon ketua umum dan Dewan Pimpinan Pusat yang sesuai dengan idielogi partai dan cita-cita luhur Bung Karno mensejahterakan rakyat hingga pelosok negeri merupakan hal yang sangat penting.

Sekalupun di satu sisi, lanjut dia, dalam Kongres nanti mungkin saja para fungsionaris PDIP tetap akan mendaulat Megawati untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai ketua umum, karena putri Bung Karno itu merupakan simbol ideologis PDIP.

"Di bawah Megawati PDIP bisa bertahan signifikan dalam habitus yang berbeda, baik sebaik oposisi maupun sebagai penguasa, sama kuatnya," ujarnya.

Di sisi lain, imbuhnya, peluang regenerasi pun masih terbuka. Makanya, apabila kader dan fungsionaris PDIP serta Megawati menghendaki adanya penerus, maka nama yang paling kuat menggantikan Mega menurutnya adalah putri Megawati, Puan Maharani.

"Nama Puan Maharani dianggap paling representatif karena mewarisi dua hal penting. Yakni, sebagai anak biologis dan ideologis Megawati untuk melanjutkan trah Soekarno," ucapnya.

Apalagi, kata dia, Puan saat ini digadang sebagai kandidat kuat Ketua DPR periode 2019-2024. "Suka tak suka, PDIP itu adalah partai yang lekat dengan trah Soekarno dan tradisi Marhaen," jelasnya.

Sementara di luar nama Puan, juga ada nama kader andalan PDIP yakni Presiden Jokowi. Dalam banyak hal, kata dia, potret politik Jokowi mempersonifikasikan sikap politik kerakyatan sesuai nafas dan ideologi PDIP.   

Tak hanya mencari calon ketum, Budi juga mengingatkan bahwa masih ada agenda penting yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah penyempurnaan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) partai agar tidak menjadi alat kekuasaan dan kepentingan sesaat.

Kemudian memperdayakan ekonomi untuk kepentingan kesejahteraan para kader baik di tingkat atas hingga ditingkat bawah. 

"Lalu pemberdayaan sayap partai agar menjadi mesin politik yang masif dan terprogram," tandasnya.

Jika hal ini diperhatikan, Budi yakin PDI Perjuangan di Pemilu tahun 2024 yang akan datang akan menjadi satu-satunya partai yang sukses. Baik secara politik maupun ekonomi secara menyeluruh.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00