• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Gerindra Yakin 02 Akan Menang di MK Hanya Dengan Satu "Pukulan"

17 June
20:40 2019
1 Votes (1)

KBRN, Jakarta : Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, FX Arief Poyuono mengaku yakin kalau Tim Hukum Capres - Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bakalan mampu membuat Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Capres - Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo - Maruf Amin hanya dengan satu "pukulan" telak.

Caranya hanya dengan mempermasalahkan surat pengunduran Maruf Amin dari Dewan Pengawas Syariah di BNI Syariah Dan Bank Mandiri Syariah pada Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden di MK.

"Untuk diskulifikasikan Joko Widodo - Maruf Amin oleh MK cukup gunakan tidak adanya surat pengunduran Maruf Amin dari Dewan Pengawas BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Pasalnya menurut dia, fakta dan data tidak mundurnya Maruf Amin sebagai Dewas Syariah di BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah sudah cukup jelas. Pasalnya, salah satu syarat utama untuk mencalonkan diri sebagai cawapres adalah tidak boleh menjabat sebagai pegawai BUMN dan anak perusahaan BUMN telah di langgar. 

"Maruf Amin tidak membuat  surat pernyataan mengundurkan diri sebagai karyawan atau pejabat Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, atau Badan Usaha Milik Desa sejak ditetapkan sebagai pasangan calon," lanjutnya.

Perlu dicatat, imbuh anak buah Prabowo Subianto ini, BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah merupakan BUMN yang dihasilkan dan dibentuk dari aksi korporasi Bank BNI dan Bank Mandiri. Yang mana kedua bank BUMN itu menjadikan Unit Usaha Kerja Syariah sebagai sebuah Perseroan yang memiliki misi khusus dari pemerintah Indonesia sendiri. Yakni untuk mengembangkan perekonomian syariah dengan dibentuknya UU Syariah no 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah .

"Pengembangan perbankan Syariah yang dimiliki oleh negara bertujuan melakukan pembangunan nasional Indonesia untuk mencapai terciptanya masyarakat adil dan makmur berdasarkan demokrasi ekonomi, dikembangkan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai keadilan, kebersamaan, pemerataan, dan  kemanfaatan yang sesuai dengan prinsip syariah itu sendiri," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00