• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Yusril Ihza Mahendra Sentil BPN Soal Belasan Kontainer Barang Bukti

17 June
16:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menanggapi apakah 12 Truk atau 11 kendaraan dengan jenis maupun ukuran rahasia yang akan membawa dokumen bukti gugatan Pilpres 2019 Pasangan Calon (Paslon) Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK), Yusril Ihza Mahendra, Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf Amin) menyikapinya dengan sebuah 'sentilan'.

"Jadi yah kalau ada bukti bawa saja, tak usah menakut-nakuti ada dua belas truk kontainer," ujar Yusril kepada RRI dalam dialog, Senin (17/6/2019).

Yusril lantas meneruskan, jika semua tidak ada kejelasan, nantinya ditakutkan malah yang datang itu 12 kontainer plastik yang biasa dijadikan menyimpan barang-barang di rumah.

"Tak usah menakut-nakuti ada dua belas kontainer, gak tahunya cuma 12 kontainer plastik yang biasa buat tempat menaruh barang (di rumah)," sebutnya kepada RRI.

Selain itu, sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum pihak Terkait, Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril mengaku penasaran bukti-bukti apa yang akan disampaikan besok dalam persidangan karena selama ini pihak 01 hanya mengemukakan narasi demi narasi.

Sebelumnya diberitakan bahwa sidang sengketa Pilpres 2019 akan berlanjut besok, Selasa, 18 Juni 2019. Dokumen dan alat bukti tambahan yang akan diserahkan Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) sebelumnya hingga 12 truk (kontainer) seperti yang disampaikan pada sidang perdana beberapa hari yang lalu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun demikian, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan ada sejumlah dokumen dan bukti yang tak dicetak dan akan diserahkan dalam bentuk digital.

"Ada sebagian yang dalam bentuk digital, kemungkinan tidak jadi sampai 12 truk," kata Andre seperti dilansir Tempo, Senin (17/6/2019).

Hari ini, Tim kuasa Hukum Prabowo-Sandi kembali menyerahkan dokumen dan alat bukti untuk sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Anggota Tim Hukum, Luthfi Yazid mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak MK terkait pengiriman alat bukti. Dengan kata lain, sesuai persetujuan MK, kendaraan pengangkut alat-alat bukti baru bisa bertolak menuju Gedung MK.

"Kan dengan persetujuan MK, karena ini berkaitan dengan barang bukti, banyak kendaraan, segala macam," kata Lutfhi.

Akan tetapi, Luthfi enggan menjawab pasti berapa banyak dokumen dan alat bukti yang akan diserahkan ke Mahkamah. Dia hanya mengatakan, yang jelas, pihaknya akan mengirimkan alat bukti dalam volume besar. Namun Lutfhi tak ingin berdebat soal berapa ukuran truk yang akan mengangkut barang-barang bukti itu.

"Yang jadi perdebatan itu ukuran truknya seperti apa, itu saya enggak mau berdebat, yang jelas ada 11 kendaraan begitu yang akan berangkat ke sana. Kalau ukurannya seperti apa saya enggak mau berdebat. Yang jelas banyak lah, kita enggak bohong gitu, banyak bangetlah," kata dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00