• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Menunggu Proses Hukum, Kapal Malaysia Sandar di Sabang

17 June
15:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sabang : Kapal ikan KM KHF 1786 berbendera Malaysia yang ditangkap di Perairan Selat Malaka karena diduga mencuri ikan di wilayah Indonesia, sandar di Pelabuhan CT 1 BPKS Sabang. Para Kru kapal yang kebanyakan warga Myanmar terlihat juga masih berada di dalam kapal.

Kapal Ilegal Asing (KIA) berbendera Malaysia KM KHF 1786 yang ditangkap Patroli PSDKP Lampulo), Senin (17/6/2019) siang ini masih berada di Pelabuhan CT 1 BPKS Sabang.

Saat mengunjungi kapal Malaysia tersebut di Dermaga CT 1 BPKS, Kapal terlihat sandar bersisian dengan kapal Pengawas kelautan KKP yakni KP Hiu 12. Beberapa ABK kapal Malaysia itu tampak berada dalam Kapal. Namun tidak terlihat Para Awak Kapal KKP.

Menurut beberapa Petugas BPKS sejumlah awak Kapal KKP sedang sarapan pagi, hal itu juga dilakukan beberapa kru Kapal Malaysia tersebut.

Kepala Pelabuhan BPKS Zulkarnain Abdulah yang dihubungi RRI, Senin (17/6/2019) menyebutkan kapal bersandar Minggu sore kemarin, dan telah melayangkan izin kepihaknya. 

“Kapal ikan itu ya memang ada informasi dari KKP untuk kapal tangkapan itu mereka minta izin untuk dermaga sandar saja di BPKS,” ujarnya, Senin (17/6/2019).

Untuk tahap pertama ini menurut Zulkarnain pihak KKP meminta izin 5 hari sandar ke pihaknya, dan akab diperpanjang bila di perlukan. Namun demikian seluruh keperluan ABK asal Malaysia, bukan merupakan wewenang BPKS.

“Permintaan pertama itu sekitar 5 hari. Tapi kita lihat prosesnya berapa lama. Intinya mereka minta 5 hari kedepan sandar di CT 1. Iya mereka bersama kru, Kapten nya juga. Untuk keperluan ABK bukan wewenang kita,” tambahnya.  

Kapal KM KHF 1786 ditangkap di wilayah ZEE oleh kapal KP Hiu 12 yang di Nakhodai  Capten Novry Sangian pada Sabtu pagi, kapal itu diduga melakuakan pencurian ikan dengan menggunakan alat tangkap jenis trawl yang juga dilarang oleh Pemerintah RI. 

Kapal bermuatan 4 ABK  warga Myanmar  dan nakhoda asal Thailand dan sempat digiring ke Pangkalan PSDKP Lampulo untuk dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, Sebelum di kawal ke Sabang kemarin.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00