• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kalteng Pecahkan Rekor Muri Bakar Jagung Terbanyak

16 June
11:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Kalimantan Tengah berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori bakar jagung terbanyak. Penilaian dilakukan Tim MURI pada saat Festival Jagung Bakar di Bundaran Besar Palangka Raya pada Minggu (16/6/2019) pagi.

Manajer Operasional MURI, Andre Purwandono, mengatakan Kalimantan Tengah berhasil memecahkan rekor MURI dengan membakar sebanyak 62 ribu jagung. Jumlah ini melebihi pemecahan rekor sebelumnya yang berjumlah 50 ribu jagung bakar di Jember Jawa Timur. 

“Kami mengucapkan selamat untuk Kalimantan Tengah. Semoga dengan adanya kegiatan ini hasil bumi kita bisa lebih mampu berkontribusi lagi untuk Indonesia, tidak hanya di Kalteng tapi di seluruh Indonesia. Dan kita bisa mengurangi impor dari luar negeri,” ujarnya.

Manajer Operasional MURI ini menjelaskan setelah menyerahkan piagam penghargaan, MURI akan memberitakan pemecahan rekor tersebut di website dan sosial media MURI, selain dicatat di dalam buku MURI yang dicetak berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menyampaikan harapan agar pemecahan Rekor MURI ini dapat meningkatkan produksi khususnya tanaman jagung di Kalteng.

“Harapan saya selaku Gubernur Kalteng seluruh bupati/walikota memberi motivasi pertama kepada kadis terus kepada masyarakatnya. Penyuluhan-penyuluhan, teknikal-teknikalnya harus ada. Kita punya sarjana S1 bidang pertanian ini harus kita galakan terus, harus semangat masyarakat Kalimantan Tengah menuju Kalteng yang bermartabat,” ujarnya.

Gubernur Sugianto Sabran menambahkan Kementrian Pertanian mendorong Kalimantan Tengah untuk mengembangkan pertanian jagung di lahan seluas 200 ribu hektar. Menurutnya, hingga kini yang terealisasi baru sekitar 50 ribu hektar.  Luas lahan pertanian jagung terbanyak di Kalteng terdapat di Kabupaten Barito Utara. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00