• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Dalam 5 Bulan Terkahir, Polres Ternate Sita Ribuan Kantong Miras

14 June
17:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ternate : Kepolisian Resor (Polres) Ternate sejak lima bulan terakhir ini mulai dari Januari hingga 12 Juni 2019 telah menerima kurang lebih 18 laporan polisi (LP) terkait dengan peredaran miras di wilayah hukum Polres Kota Ternate.

Dari 18 LP yang diterima tersebut, 16 laporan telah disidangkan dalam tindak pidana ringan (Tipiring) semantara dua laporan polisi lainya masih dalam proses untuk dilakukan sidang.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ternate, AKBP Azhari Juanda melalui Kasat Sabhara AKP Hefrizon saat dikonfirmasi RRI di ruang kerjanya, Jumat 14/6/2019).

Hefrizon menambahkan, dari belasan LP yang diterima tersebut untuk jumlah barang bukti miras sejak Januari hingga 12 Juni 2019 dengan rincian cap tikus sebanyak 1.290 kantong plastik atau 645 liter, 1 kaleng bir hitam, 1 kaleng bir putih, 8 botol miras jenis ciu dan 1 toples minuman akar.

Sementara untuk temuan miras lanjut Hefrizon, timbunan keras jenis cap tikus yang disita sebanyak 1.402 kantong plastik atau 701 liter, 12 kaleng bir hitam, 14 kaleng bir putih dan kesegaran sebanyak 78 botol.

“Minuman keras yang dijaring itu merupakan hasil operasi dari personel baik dari jajaran Polsek hingga Polres,” ungkap Hefrizon.

Hefrizon, yang juga mantan Kaur Penum Bid Humas Polda Malut menambahkan, dari barang bukti miras yang disita tersebut, paling banyak dipasok dari Manado, Bitung hingga dari daratan Halmahera dengan menggunakan transportasi laut.

“Miras ini paling banyak kita temukan pada saat menjelang Idul fitri, dan bahkan pengkonsumsi yang dijaring saat pesta miras baik itu pelajar maupun mahasiswa. Makanya dari program pak Kapolres, orang-orang tersebut dibina pada salah satu mesjid yang ada di Kelirahan Soa,” tegasnya.

Menurut Hefrizon, modus yang digunakan para pengguna dan bandar miras untuk mengelabui petugas dalam memasok miras melalui jalur laut tersebut, ada yang menggunakan dos bekas, plastik hitam dan bahkan ada yang menitipkan ke orang-orang terdekat.

“Jadi rata-rata yang kita temukan ini ada di dalam karung yang jumlahnya sampai 50 hingga 70 kantong dan ada juga di dalam plastik hitam yang bisa mencapai 25 kantong untuk satu pelastik,” terangnya.

Hefrizon mengaku, dari hasil tangkapan terakhir ini, para pengedar cap tikus bukan lagi menjual dengan harga eceran tetapi dijual dengan hitungan grosir atau karing.

Untuk itu kepada seluruh lapisan masyarakat khsusunya di wilayah hukum Polres Ternate dirinya mengajak agar bersama-sama dengan kepolisian dalam melakukan pemberantasan habis miras sampai pada akarnya.

“Miras ini adakan pemicu berbagai tindak pidana kejahatan di Kota ternate, makanya semua stek holder baik Pemkot termasuk masyarakat juga harus terlibat dalam mengatasi ini,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00