• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Tim Hukum Prabowo Klaim Tarik Lagi 11 Truk Barang Bukti, Hakim MK: Kenapa?

14 June
16:54 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Tim Kuasa Hukum Capres-Cawapres Prabowo-Sandi membuat hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palguna cukup kecewa. Mengapa demikian? 

Tim Hukum Prabowo-Sandi menyebutkan dalam sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 hari ini, pihaknya punya bukti gugatan dalam truk yang tidak bisa diturunkan di Gedung Mahkamah Konstitusi, padahal itu adalah untuk keperluan persidangan. Tak tanggung-tanggung, Tim Kuasa Hukum yang terdiri dari Bambang Widjojanto (BW), Denny Indrayana, Teuku Nasrullah dan Luthfi Yazid menyatakan ada 12 truk berisi barang bukti (barbuk) untuk persidangan yang diklaim 'tidak bisa masuk MK'.

Atas dasar itulah, hakim mahkamah akhirnya langsung klarifikasi secara tegas dalam persidangan, bahwa MK selalu terbuka menerima bukti-bukti yang disetorkan untuk gugatan Pilpres 2019.

"Yang mulia (hakim MK), ada satu truk yang sudah masuk ke sini, kemudian ada 11 (truk) lainnya sedang menuju ke sini (MK). Tapi kami memang juga melihat bahwa kawan kawan yang menurunkan barang capek, sehingga dari MK Pak Wirianto mengatakan,'kami capek sekali mohon sampai di sini dulu, yang Jawa Tengah (data-data) setop dulu. Meski kami sudah turunkan (data), akhirnya truk kami tarik lagi," kata Luthfi Yazid, Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam sidang perdana di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, seperti disiarkan live oleh RRI, Jumat (14/6/2019).

Mendapat keterangan yang seolah menyudutkan MK, hakim mahkamah I Dewa Gede Palguna lantas balik bertanya kenapa ditarik kembali truk pengangkut data bukti persidangan tersebut. Padahal, menurut Palguna, walaupun petugas MK memiliki waktu istirahat pukul 19.00 WIB, namun tetap dilanjutkan menerima dokumen terkait gugatan setelah waktu istrihat. Artinya tidak ada alasan apapun mengenai tidak bisa menyerahkan barang bukti dan seolah menyiratkan MK mempersulit Tim Hukum Prabowo-Sandi.

"Makanya jangan katakan di sini (sidang MK) yang capek. Saya sudah kontrol memang jam 7 close (19.00 WIB) istirahat. Tapi setelah itu diperiksa lagi (buka lagi penerimaan dokumen). Bahwa ada (truk) ditarik lagi, itu soal lain. Jangan seolah-olah (ada anggapan) Mahkamah keliru di sini," tegas Palguna kepada Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi dalam persidangan.

Sebelumnya, hakim mahkamah Suhartoyo juga sempat agak keras menanggapi protes pihak Terkait (kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf) dan Termohon (KPU RI) soal kenapa Tim Hukum Prabowo-Sandi membacakan gugatan hasil penambahan/perubahan bukannya yang sudah disetorkan ke MK sebelumnya.

"Bapak-bapak katanya percaya kami bahwa Mahkamah Konstitusi akan membawa proses adil, ya sudah percayakan, kan sudah percaya kan? Insya Allah maka akan dicek cermat. Jangan dipaksa untuk membuat keputusan bahwa hanya ini yang kemudian akan dipakai pembuktian untuk pemohon dan pihak terkait tapi tidak untuk disampaikan pemohon," tandas Suhartoyo.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00