• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Apindo Usulkan Penyempurnaan Regulasi kepada Presiden

13 June
16:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menekankan pentingnya penyempurnaan peraturan perundangan ketenagakerjaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Ketua Apindo, Hariyadi Sukamdani mengatakan, selama ini industri padat modal kerap menjadi primadona dalam 10 tahun terakhir. Sementara industri padat karya mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan banyaknya industri padat karya yang memindahkan usahanya ke negara-negara lain di kawasan Asia. 

“Perlu kiranya pemerintah untuk melihat kembali UU Ketenagakerjaan kita. Karena UU ini selain sudah 15 kali diajukan ke MK juga kenyataannya memang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan kondisi saat ini. Jadi kalau kita melihat sekarang justru pemain-pemain padat karya yang nilai ekspornya besar itu sudah beralih yaitu ke Vietnam, ke Myanmar, Bangladesh, Srilangka dan juga Kamboja. Bahkan Laos juga sekarang sudah mulai bersiap-siap,” ujarnya usai menghadap Presiden, Kamis (13/06/2019) di Istana Merdeka, Jakarta.

Di kesempatan yang sama Apindo juga menyampaikan agar pemerintah tidak lagi terkotak-kotak oleh egosentris dari kementerian dan lembaga. Menurut Hariyadi Sukamdani, hal ini terkait dengan peraturan kementerian dan lembaga yang kerap bertabrakan. 

“Kami sudah berikan masukan bahwa kita juga masih menjadi catatan yang sangat penting untuk kita mengenai masalah regulasi. Jadi regulasi yang ada sekarang ini masih terkotak-kotak, jadi egosentris dari kementerian dan lembaga itu masih tinggi,” tandasnya.

Hal lain yang juga menjadi perhatian dalam pertemuan antara Presiden dan Apindo di Istana Merdeka adalah keberadaan dana promosi dan dana riset. Menurut Hariyadi Sukamdani, dana promosi dan dana riset tersebar di banyak lembaga. Penyebaran ini menyebabkan pemanfaatan keduanya yang tidak maksimal sehingga diharapkan pemerintah dapat mengkonsentrasikan pengelolaan dana-dana tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00