• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pengrajin Gamelan di Ponorogo Sulit pasarkan Produknya

13 June
09:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Suara gemerincing benturan antara besi dan besi itu begitu menusuk telinga ketika saya memasuki Sanggar Candra Kirana Laras di Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo Jawa Timur. Si empunya sanggar, Gutanto (60) sedang meneliti sejumlah alat musik Jawa yang telah diproduksi  di sanggarnya.  Ada 9 orang pengrajin yang bekerja di Sanggar Candra Kirana Laras milik Gutanto.  

Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing  seperti meratakan besi-besi yang akan dibuat gong, kenong, slenthem dan sebagainya. Gutanto meneruskan usaha pembuatan perangkat gamelan Jawa sejak 2012 lalu, yang sebelumnya  telah dirintis para pendahulunya.  

Selama ini, banyak suka dan duka yang dirasakan selama menjadi pengrajin gamelan antara lain sulitnya  memasarkan perangkat alat musik Jawa itu karena sampai saat ini pengrajin gamelan belum memiliki pasar sendiri.  Itulah sebabnya, Gutanto menyambut baik rencana pendirian pusat pengelolaan UKM di Ponorogo untuk membantu memasarkan produk Usaha Kecil dan Mikro.

“Ada titik-titik terang mau dibuatkan semacam pengelolaan UKM mas. Ini tempatnya sudah ada. Akan dibantu pemasarannya, itu mungkin akan menunjang kita sebagai pengrajin industri kecil”, katanya.

Selama ini, kata Gutanto, rata-rata dalam setahun ia hanya bisa menjual 4 sampai 5 set gamelan  ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan.  Satu set gamelan terdiri atas 19 unit antara lain bonang barong, bonang penerus, gender barong, gender penerus, saron, demung, peking,  slenthem, kempul, gong, kethuk, kenong, gambang, rebab, siter, suling dan kendhang.  Seperangkat gamelan dari bahan besi itu dipatok harga sebesar 350 hingga 500 juta rupiah.  Meski saat ini seni budaya Jawa kurang peminat, Gutanto berharap kedepan seni budaya Jawa  kembali bangkit  bahkan bisa goes internasional.

“Ke depannya biar bisa mengembangkan budaya seni Jawa yang notabene sekarang ini  mulai menurun. Mudah-mudahan nanti dari generasi muda bisa mengembangkan menjadi seni yang tarafnya internasional",   kata Gutanto.

Oleh karena itu, diharapkannya pemerintah ikut berperan aktif dalam menghidupkan kembali seni budaya tradisional, khususnya karawitan/gamelan Jawa yang mulai dilirik orang mancanegara.  ()

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00