• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Sikapi Kenaikan PBB-P2, Komisi III DPRD Buleleng Gelar RDP

13 June
04:44 2019
2 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Aspirasi masyarakat terkait kenaikan pajak bumi dan bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB-P2), Rabu (12/6/2019) siang disikapi Komisi III DPRD Kabupaten Buleleng dengan mengundang Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng untuk membahas kenaikan pajak yang dirasakan membebani masyarakat.

Rapat dengar pendapat tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng I Ketut Susila Umbara, dihadiri oleh Ketua Komisi III Ni Made Putri Nareni bersama anggota Komisi III dan tim ahli DPRD Buleleng. Sedangkan dari BKD Buleleng nampak hadir Kepala BKD Buleleng, Gede Sugiartha Widiada bersama Sekretaris, Ni Made Susi Adnyani. Kegiatan RDP dilakukan untuk memastikan cara perhitungan PBB-P2 dan dasar hukum apa yang digunakan.

Usai pelaksanaan RDP itu, Ketua BKD Buleleng Sugiartha Widiada mengatakan, NJOP sebagai dasar peningakatan pajak ditetapkan dengan Peraturan Bupati yang dalam amanat perda No. 5 tahun 2013 dan UU 28 Tahun 2009 pasal 79 ayat 2 yang ditetapkan setiap 3 (tiga) tahun sekali sesuai dengan perkembangan wilayah kabupaten Buleleng, bahkan dari penyesuaian yang dilakukan tidak saja terjadi kenaikan namun juga terjadi penurunan pembayaran pajak.

“Tidak semua wajib pajak itu naik NJOP nya, ada juga penurunan. Jadi khusus yang pada kenaikan, itu kami diminta untuk segera sosialisasi, bagaimana apakah itu diterima apa tidak. Bilamana tidak diterima, kami sarankan untuk segera mengajukan permohonan keringanan,” ucapnya.

Kepala BKD Buleleng Sugiartha mengatakan, adapun dasar dari penentuan NJOP yaitu dengan melakukan survey harga pasar melalui surat yang dilayangkan kepada kepala desa, memakai data transaksi BPHTB yang telah berlangsung dan dari kisaran harga pasar yang diperoleh dan penentuan kelas tanah pada zona tanah. Bahkan disisi lain, BKD Buleleng juga telah menyiapkan wajib pajak untuk meminta pengurangan pajak bila tidak mampu dengan penyesuaian yang dilakukan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00