• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Revisi Perda RTRW Sragen, Eksistensi Lumbung Pangan dan Perencanaan Kawasan Industri

12 June
21:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Revisi peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak akan mengubah Sragen, Jawa Tengah, sebagai kawasan pertanian.  Sragen akan menjadi daerah agraris dan juga sebagai lumbung pangan Jawa Tengah nomor dua setelah Cilacap. 

"Kita harus pertahankan pertanian, karena sampai sekarang kita menjadi lumbung padi di Jawa Tengah setelah Cilacap. Meskipun susah ada tol, intensif pertanian tetap," tandas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen Tugiyono," Rabu (12/6/2019).


Pihaknya mengungkapkan bahwasanya seiring beroperasinya jalan tol Trans Jawa dan rel ganda kereta api, Sragen didorong menjadi kawasan industri. Namun keberadaan 42 ribu hektare sawah lestari sebagai lumbung pangan tetap akan dipertahankan. Terlebih Sragen menjadi soko guru pangan nasional. 

"Kita sepakat 42 ribu hektar sawah hijau kita tidak akan otak atik itu permanen lahan pertanian. Lainnya bisa digunakan untuk pengembangan. Kemarin kita koordinasi dengan OPD lain kita tanyakan ke pertanian sawah lestari itu berapa, artinya mereka harus punya data base," jelasnya.

Tugiyono mengatakan revisi perda RTRW tetap akan menetapkan sebagian wilayah Bumi Sukowati sebagai centra industri.

"Kita sowan dengan mantan bupati ada masukan untuk merevisi perda tata ruang. Ini sudah proses kemarin gubernur sudah rekomendasi dan tinggal ke Jakarta," ungkapnya.

Ada dua wilayah yakni kawasan barat Kecamatan Kalijambe dan Gemolong yang juga dekat dengan akses exit tol Gondangrejo Karanganyar dan jalur kereta. Sedangkan kawasan timur kecamatan Gondang dan Sambungmacan dengan akses yang sama. 

"Sragen Dry Port (Pelabuhan Darat) di Kalijambe dan Sambungmacan, karena dua wilayah itu dekat dengan akses tol dan Kereta Api sehingga angkutan industri semakin dekat," jelas dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Marija mengatakan, Sragen masih menunggu persetujuan dari Kementerian Agraria dan Tata  Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN), terkair revisi Perda RTRW. 

Dalam revisi perda itu diantaranya mengatur tentang kawasan kota satelit yang ada di Kecamatan Gemolong dan Sambungmacan. Dua kota satelit itu disiapkan sebagai pusat keramaian baru terintegrasi di Kabupaten Sragen.

"Sekarang ini kami hanya tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian ATR/BPN yang saat ini masih kami proses, terkat revisi Perda RTRW, sedangkan kalau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah ok."

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00