• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kemenkeu Minta Daerah di Riau Percepat Pencairan Dana Alokasi Khusus Fisik

12 June
16:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Kementerian Keuangan di Provinsi Riau mendorong daerah secepatnya melengkapi persyaratan untuk pencairan dana alokasi khusus (DAK) fisik 2019 untuk tahap pertama.

"Untuk pencairan DAK fisik memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah daerah dan kami mendorong agar dipercepat supaya dalam waktu dekat bisa direalisasikan," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau, Tri Budhianto, Rabu (12/6/2019).

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pencairan DAK fisik tahap pertama 25 persen. DAK fisik tahap satu yang bersumber dari APBD 2019 senilai Rp 89,28 miliar untuk wilayah Provinsi Riau sudah bisa dicairkan sesuai porsi dan persyaratan yang ditetapkan kementerian keuangan.

"Pemerintah sudah mengalokasikan sejumlah DAK bagi masing-masing kabupaten/kota di Riau. Tahun ini khususnya Kota Pekanbaru mendapat alokasi sebesa Rp 267 miliar untuk fisik dan nonfisik," urainya.

Pencairan dak dibagi kepada tiga tahapan sesuai besaran porsi yang diatur pemerintah pusat, tahap pertama paling lambat bulan Juli, tahap kedua selambat-lambatnya bulan Oktober dan tahap tiga bulan Desember 2019.

"Mengingat pencairan dak tergantung permintaan Pemda, maka kami menyarankan agar pemerintah kabupaten/kota segera mengusulkan atau menyampaikan pencairan ke perwakilan kementerian keuangan di Provinsi Riau," sarannya.

Pemerintah menambah alokasi transfer ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik mulai tahun anggaran 2019. Peningkatan dana juga diikuti penambahan pos belanja.

Dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2019, alokasi DAK Non Fisik sebesar Rp 131,04 triliun, meningkat dari alokasi tahun lalu, yaitu Rp 123,45 triliun. Realisasi anggaran itu di tahun lalu hanya Rp 117,38 triliun. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00