• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jokowi Soroti Peluang Ditengah Perang Dagang AS-Tiongkok

12 June
15:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo menyoroti situasi perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok. Menurutnya saat ini kondisi perang dagang antara kedua negara itu telah berkembang semakin sengit. 

Kondisi ini menurutnya harus dapat dimanfaatkan sebagai sebuah peluang bagi pengusaha Indonesia untuk meningkatkan perekonomian. 

“Terutama ini karena perang dagangnya semakin sengit, jangan kita memandang itu sebagai sebuah masalah besar tetapi menurut saya ada sebuah peluang, ada sebuah opportunity yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini,” ujarnya saat menerima sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Rabu (12/06/2019) di Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi memberikan contoh pemanfaatan peluang di sektor garmen. Dimana sebelumnya, sektor ini banyak dimanfaatkan oleh pihak Tiongkok dalam melakukan aktivitas ekspor ke Amerika Serikat.

”Seperti yang saya lihat, misalnya kaya produk tekstil, garmen, itu yang dulunya diisi dari produk dari sana, sekarang karena mereka ramai ya bisa kita isi. Kemudian produk elektronik misalnya atau produk furniture yang saya tahu itu lebih dari 50 persen itu semuanya dari Tiongkok kenapa ngga diisi dari kita,” katanya. 

Selain itu dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga meminta masukan dari para pengusaha terkait upaya-upaya yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. 

Hal ini menurut Presiden, terkait dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh para pengusaha dalam mengembangkan usahanya baik didalam maupun di luar negeri. Termasuk dalam memanfaatkan peluang dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok. 

”Yang menjadi kunci bagi kita untuk bisa betul-betul memanfaatkan momentum-momentum yang tadi saya sampaikan dan juga mungkin kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh pengusaha, dunia usaha terutama, pelaku di sektor riil ini,” ujarnya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00