• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Refli Harun Serahkan ke MK Terkait Jabatan Maruf Amin di Bank Syariah

12 June
13:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Semua pihak diminta untuk menyerahkan tentang perbaikan permohon sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan ole Tim Hikum Prabowo-Sandi sepenuhnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Khususnya terkait menerima atau tidak permohonan kubu 02 yang mempersoalkan tentang status Ma'ruf Amin masih tercatat sebagai pejabat di bank BNI Syariah dan Mandiri Syariah.

Pakar Hukum Tata Negara, Refli Harun mengatakan, kalau misalnya laporan itu diterima sebagai bagian dari pemeriksaan pendahuluan, maka perbaikan itu akan menjadi isu baru.

"Kalau dia tidak diterima ya sudah the game is over," tandasnya saat diwawancarai oleh Radio Republik Indonesia melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).

Kalau diterima sebagai sebuah isu, lanjutnya, maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Misalkan soal benarkah Maruf Amin tidak memenuhi syarat sebagai cawapres.

Karena menurut dia, berdasarkan ketentuan UU 7 2017 tentang Pemilu, Pasal 227 urub b kontestan pemilu harus mengajukan surat pengunduran diri sebagai pejabat atau karyawan BUMN. Namun pertanyaannya adalah apakah Ketua Dewan Penasehat Bank Syariah Mandiri atau BNI Syariah tersebut adalah pejabat di BUMN.

"Saya mengatakan, kalau dari definisi menurut UU BUMN, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah itu bukan BUMN. Karena defenisinya BUMN itu yang sahamnya seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh negara. Sementara saham kedua Bank Syariah tersebut dimiliki oleh BUMN, bukan dimiliki oleh negara," urainya.

Tapi disisi lain, lanjut Refli, berdasarkan perspektif keuangan negara, baik itu BUMN induk maupun BUMN turunannya dalam hal ini kedua Bank Syariah sebenarnya sama-sama menggunhakan keuangan negara. 

"Masih satu darah, masih satu kelompok," imbuhnya.

Karena itu, dimintanya semua pihak, baik itu kubu 01 maupun pihak 02 untuk sama-sama memberikan argumentasi dan bukti kuat di hadapan sidang MK.

"Open to debate saya mengatakan. Nah biarkan MK yang kemudian akan memutuskannya," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00