• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

PPP : Bantuan Hukum Buat Habil Marati Tidak Halangi Proses Kepolisian

12 June
12:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mengenai dugaan keterlibatan Habil Marati, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai salah satu otak kerusuhan 21-22 Mei 2019 dengan menjadi penyandang dana untuk rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direktur lembaga survei, mendapat respons dari DPP PPP.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arsul Sani memberi sinyalemen bantuan hukum bagi Habil dalam menghadapi kasus serius tersebut. 

"Siapapun kader yang tersangkut (kasus) hukum, kami punya kewajiban memberikan bantuan hukum, itu apabila diminta oleh keluarga," kasa Arsul Sani kepada RRI, di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Namun begitu, Arsul mengingatkan, bantuan hukum memang diberikan, namun tetap berada pada koridor yang seharusnya. Maksudnya adalah, jika memang terjadi akan memberi bantuan hukum, tentunya PPP akan menjalaninya tanpa menghalangi proses penegakan hukum yang berlangsung.

"Artinya, bantuan hukum tanpa menghalangi proses penegakan hukum," tegas Arsul.

Sebelumnya, Arsul menyatakan, pada prinsipnya bagi PPP, proses hukum bagi siapapun kalau memang ada bukti-bukti yang cukup harus dilakukan. 
"Kami tidak akan coba menghalangi (proses hukum)," sebut Arsul Sani kepada RRI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Arsul lantas menandaskan, sebagai bagian dari partai politik (parpol), dirinya tidak menampik bahwa secara pribadi pastinya setiap anggota PPP mempunyai hubungan komunikasi dengan elemen masyarakat manapun atau siapapun, termasuk juga dengan salah satu tersangka otak kerusuhan 21-22 Mei serta rencana pembunuhan tokoh nasional, Kivlan Zen. Ini dalam konteks hubungan antar personal atau sejenisnya.

Dan tidak hanya Habil Marati, dirinya juga mengaku kenal dengan Kivlan Zen, akan tetapi, apa yang menjadi kegiatan apapun, yang tidak ada hubungan dengan kegiatan partai, tidak selalu bisa diketahui.

"Kalau soal Habil di PPP, memang pernah jadi bendahara DPP PPP pada saat kepemimpinan Surya Dharma Ali. Dan juga tercatat pernah duduk sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) era Djan Faridz. Pekerjaan Habil itu wiraswasta atau pengusaha," tutup Arsul.

Habil Marati Ditangkap Polisi

Kepolisian sudah mengungkapkan, terduga penyandang dana rencana pembunuhan empat tokoh dan seorang pemimpin lembaga survei di Jakarta, adalah Habil Marati (HM), yang memberikan uang kepada Kivlan Zen dan Iwan.

Habil sudah ditangkap dan menjadi tersangka bersama Kivlan serta Iwan. Habil ditangkap di rumahnya kawasan Jakarta Selatan pada Rabu, 29 Mei 2019 yang lalu.

"Tersangka HM berperan memberikan uang, yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen). Maksud dan tujuannya adalah untuk pembelian senjata api," jelas Wakil Direktur Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi melalui konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Habil menyerahkan uang sebesar SGD 15.000 atau setara dengan Rp150 juta sebagai dana operasional, yang kemudian digunakan Kivlan untuk mencari eksekutor (pembunuh) sekaligus memberi target empat tokoh nasional kepada mereka. 

Selain kepada Kivlan, Habil juga memberikan uang Rp l60 juta kepada tersangka HK alias I (Iwan) untuk biaya operasional dan pembelian senjata api. 

Polisi sudah menyita handphone yang digunakan Habil Marati untuk berkomunikasi, berikut printout rekening bank milik yang bersangkutan. (Foto: KUM)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00