• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Pansel Capim Datangi KPK Minta Masukan Pimpinan Baru

12 June
12:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK Periode 2019 mendatangi gedung KPK hari ini. Para Pansel tersebut bertemu Pimpinan KPK untuk membahas soal proses seleksi capim KPK periode berikutnya.

Rombongan Pansel Capim KPK tiba digedung KPK pada pukul 09.00 WIB dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Pimpinan KPK. Usai menemui pimpinan Yenti Ganarsih selaku ketua Pansel Capim KPK menyatakan jika pertemuan ini untuk meminta masukan terhadap pimpinan KPK  yang berkaitan dengan kinerja KPK di masa mendatang.

Selain itu pertemuan ini juga meminta bantuan KPK untuk melakukan rekam jejak bagi para calon pimpinam yang nantinya akan mendaftar.

"Tadi ya sesuai dengan maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk minta masukan ya. Masukkan-masukkan berkaitan dengan kinerja KPK sekarang dan KPK yang diharapkan 4 tahun kedepan. Jadi kita berbicara kendalanya apa keberhasilannya seperti apa selama ini dan akan kita tingkatkan di 4 tahun kemudian. Dan yang kedua adalah kita memang minta bantuan untuk tracking rekam jejak. Nanti kita bahkan sejak awal ketika nanti nama sudah kita umumkan nama-nama yang lolos seleksi administrasi, di mana KPK tahu bahwa orang-orang tersebut ada kaitannya dengan perkara yang sedang mereka tangani untuk memberitahukan kepada kami, sehingga kami tidak akan melanjutkan seleksi mereka, seperti itu," kata Yenti usai bertemu dengan pimpinan KPK Rabu (12/6/2019).

Yenti pun menyatakan jika Pansel Capim KPK juga melakukan evaluasi terhadap KPK era pimpinam sekarang, dan mendapatkan masukan dari pihak eksternal jika terdapat kekurangan dalam tindal penindakan pencucian uang (TPPU). Untuk itu pansel KPK pun berfokus kepada calon yang dapat meningkatkan penindakan TPPU di KPK.

"Yang penting adalah kita akan evaluasi juga, kita mencari yang lebih baik dan pasti lebih baik  ya, Jadi kita evaluasi Apa yang  termasuk kita juga dengarkan dari luar ya bukan dari dalam saja. Antara lain TPPU nya masih lemah kan, itu pasti kita akan cari yang TPPU nya Yang lebih mau agar aset tracking itu lebih ya (lebih kuat). Kan yang sekarang misalnya BLBU baru akan aset tracking ke TPPU ya. Kita akan cari seperti itu," tambah Yenti.

Usai pertemuan dengan pimpinan KPK, direncanakan pansel capim KPK juga akan mengunjungi beberapa instansi lainnya seperti PPATK, Porli, Bin, BNPT, BPK untuk membahasan hal yang sama.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menetapkan sembilan anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa jabatan tahun 2019-2023. Pansel tersebut dibentuk untuk menjamin kualitas dan transparansi dalam seleksi calon pimpinan KPK sehubungan akan berakhirnya masa jabatan pimpinan KPK saat ini pada 21 Desember 2019.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/P Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Masa Jabatan Tahun 2019-2023 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 17 Mei 2019.

Pansel Capim KPK 2019-2023 dipimpin Yenti Ganarsih sebagai ketua. Yenti adalah seorang akademisi Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia, yang juga mantan Plt. Pimpinan KPK, Indriyanto Senoadji, ditetapkan menjadi wakil ketua pansel.

Adapun sebagai anggota pansel, Presiden menetapkan Harkristuti Harkrisnowo, akademisi yang juga pakar hukum pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM); Hamdi Moeloek, akademisi dan pakar psikologi Universitas Indonesia; serta Marcus Priyo, akademisi dan pakar hukum pidana Universitas Gadjah Mada.

Kemudian ada juga Hendardi, pendiri LSM Setara Institute, dan Al Araf, Direktur Imparsial, duduk sebagai anggota. Dalam pansel tersebut juga duduk dua unsur pemerintah, yakni Diani Sadia, Staf Ahli Bappenas, dan Mualimin Abdi, Direktur Jenderal HAM Kementerian Hukum dan HAM.

Pansel Capim KPK 2019-2023 akan bekerja menyeleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023 sejak Keputusan Presiden ditetapkan. Mereka akan bertugas menyaring dan mengusulkan nama-nama calon kepada Presiden dan bekerja hingga terbentuknya pimpinan KPK periode 2019-2023.

Tiga srikandi yaitu Dr. Yenti Garnasih, S.H., M.H., Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, dan Dr. Diani Sadia Wati, S.H., LL.M merupakan orang yang pada pemilihan calon Ketua KPK periode 2015-2019 juga termasuk kedalam Pansel Pimpinan KPK.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00