• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

PPP Siap Bicara dengan Habil Marati, Sinyal Bantuan Hukum?

12 June
12:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Terkait Habil Marati (HM), kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tersangkut kasus serius menjadi tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019 dan diduga sebagai penyandang dana rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direktur lembaga survei nasional, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani menyatakan, pihaknya akan membuka komunikasi dengan yang bersangkutan.

"Kami komunikasi dulu, sebenarnya ada apa dengan beliau itu. tetapi pada prinsipnya bagi PPP, proses hukum bagi siapapun kalau memang ada bukti-bukti yang cukup harus dilakukan. Kami tidak akan coba menghalangi," sebut Arsul Sani kepada RRI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Arsul lantas menegaskan, sebagai bagian dari partai politik (parpol), dirinya tidak menampik bahwa secara pribadi pastinya setiap anggota PPP mempunyai hubungan komunikasi dengan siapapun, termasuk juga dengan salah satu tersangka otak kerusuhan 21-22 Mei serta rencana pembunuhan tokoh nasional, Kivlan Zen. Ini dalam konteks hubungan antar personal atau sejenisnya.

Dan tidak hanya Habil Marati, dirinya juga mengaku kenal dengan Kivlan Zen, akan tetapi, apa yang menjadi kegiatan apapun, yang tidak ada hubungan dengan kegiatan partai, tidak selalu bisa diketahui.

"Kalau soal Habil di PPP, memang pernah jadi bendahara DPP PPP pada saat kepemimpinan Surya Dharma Ali. Dan juga tercatat pernah duduk sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) era Djan Faridz. Pekerjaan Habil itu wiraswasta atau pengusaha," terang Arsul menambahkan.

Terkait kasus serius yang sedang dihadapi Habil saat ini, Arsul Sani memberi sinyal akan ada bantuan hukum. 

"Siapapun kader yang tersangkut (kasus) hukum, kami punya kewajiban memberikan bantuan hukum, itu apabila diminta oleh keluarga," tandasnya. (Foto: ANT) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00