• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Datang ke Brebes, Icipi 'Ndhog' Asin Oleh-oleh Khas

12 June
11:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Brebes: Selain disebut sebagai kota bawang (bawang merah), Brebes juga dijuluki sebagai Kota Telur Asin atau masyarakat biasa menyebutnya 'Ndhog Asin'.

Tak heran, jika berkunjung kedaerah pantura ini, sepanjang jalan pantura atau rumah-rumah makan, banyak yang menjual telur asin yang dikenal khas, lezat dan gurih rasanya.

Namun ternyata tidak hanya di sepanjang jalan pantura, akan tetapi di jalur lainnya terutama di jalur mudik lebaran ke arah jalur tengah Jawa Tengah, tepatnya di daerah Ketanggungan ke arah Bumiayu, Purwokerto sepanjang kanan kiri jalan juga banyak dijumpai toko-toko atau pusat oleh-oleh yang Ndhog Asin.

Salah seorang penjual telur asin di Ketanggungan, Ibu Yuni mengatakan, oleh-oleh telur asin selalu dicari masyakarat yang melewati Brebes termsuk di jalur mudik Ketanggungan – Purwokerto – Yogya. Sejak berjualan telur asin tahun 1997 hingga saat ini, terus asin buatannya masih tetap di cari dan menjadi oleh-oleh wajib para pemudik yang melewati Brebes. 

 "Telur Asin yang saya ini asli Brebes, untuk stok telur sudah ada yang memasok dari Brebes dan saya tinggal ngasinin saja," ucap bu Yuni kepada RRI,  Rabu, (12/6/2019).

Di toko oleh-oleh milik Bu Yuni itu terdapat 2 jenis telur asin, yakni telur asin rebus dan telur asin asap. Harganyapun berbeda, untuk 1 butir telur rebus dibandrol Rp 4.000, sedangkan telur asin asap harganya Rp 4.500 hingga Rp 5.000 rupiah per butir.

 Disebutkan, telur asin dari Brebes rasanya beda dari daerah lain, rasa telur asin di Brebes lebih gurih, dan di dalamnya 'Nglenga' atau berminyak.

“Nah, untuk mendapatkan hasil supaya nglenga, saya harus menyimpan telur yang sudah di asin lebih lama, sekitar seminggu, baru bisa dapat telur nglenga dan lebih gurih tentunya," ujar bu Yuni dengan bangga atas karya telur asinnya.

RRI mengamati, telur asin yang dijual di toko tersebut ukurannya cukup besar, rasanya pun khas, gurih dan lezat. Untuk telur asin biasa tetap khas berwarna hijau telur bebek sedangkan telur asin panggang warnanya kecoklatan karena terkena panas setelah dimasak dengan cara dipanggang.

 Selama arus mudik dan balik lebaran, toko itu cukup ramai pembeli, kebanyakan terdiri para pemudik asal Jakarta dan warga lokal Brebes yang hendak bepergian atau kembali merantau ke kota-kota besar dan sengaja membeli oleh-oleh khas Brebes, telur asin.

“Tahun ini lebih ramai pembelinya. Entahlah, apakah pengaruh adanya pengalihan arus kendaraan ke pantura (sistem oneway tol ) atau tidak, saya tidak tahu,” pungkas bu Yuni yang asli warga Ketanggungan Brebes ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00