• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Soal Intimidasi dan Headline Majalah Tempo, Ini Tanggapan Ketum PWI

12 June
10:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Umum PWI, Mas Atal Depari mengakui pada peristiwa yang terakhir memang ada berapa banyak wartawan mengalami tekanan dan perlakuan kasar dari aparat, menurutnya tindakan tersebut sudah melanggar undang-undang padahal harusnya dilindungi dalam setiap liputan.

"Tapi kita harapkan kedepan baik Polri karena kita dewan pers ada kerjasama dengan kepolisian, dan pihak kepolisian sudah paham betul bagaimana menghadapi wartawan di lapangan, tidak perlu lagi mereka harus mengorbankan rekaman-rekamannya ini tindakan yang melanggar UU," jelasnya saat berdialog kepada Pro3 RRI, Rabu (12/6/2019).

Baca juga: Kuasa Hukum Tim Mawar Menilai Judul Majalah Tempo Terlalu Tendensius

PWI belum memang dapat laporan rincian perlakuan kasar dari aparat kepada wartawan tapi teman-teman terkait sudah dapat datanya, dan banyak sekali.

"Kemarin ada 10 atau 18 orang yang menjadi korban intimadiasi itu kita anggap sudah diperlakukan tidak benar dilapangan kita cuma bisa mengecam saja dan kita harapkan polisi mengusut ini sebenarnya, siapa pelaku-pelaku kekerasan kemarin terhadap wartawan," ungkapnya.

Baca juga: Tim Mawar dan Kerusuhan Sarinah Versi Majalah Tempo, Pimred: Semua Informasi Sudah Diverifikasi Berlapis

Menanggapi Headline Tempo yang baru-baru ini viral dengan judul Tim Mawar dan Rusuh Sarinah, menurut Mas Atal itu berita yang bagus, Tempo mampu menghasilkan karya-karya yang ekslusif.

"Mengenai tim mawar sebenarnya mereka juga sumber jelas, misalnya dari hasil transkrip kepolisian kemudian dia kembangkan," jelasnya.

"Tapi memang betul Tim Mawar melapor ke Dewan pers,  jadi kalau ada persoalan mengenai delik pers para pihak harus melaporkan ke dewan pers, jangan langsung diambil tindakan,kalau misalnya ada laporan juga ke Bareksrim atau apa ini akan menunggu menunggu hasil," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00