• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Antisipasi Teroris, Bupati Sukoharjo Himbau Ketua RT/RW Untuk Data Warga Baru

11 June
21:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sukoharjo : Tim  Densus 88 Antiteror Mabes Polri beberapa hari terakhir ini mulai menyasar di wilayah Solo raya. Salah satu sasaran yang menjadi target adalah kabupaten Sukoharjo. 

Hal itu terjadi pasca terjadinya percobaan bom bunuh diri di depan Pos Pantau milik Polres Sukoharjo di Bunderan Tugu Kartasura 2 hari menjelang Lebaran.

Terkait hal tersebut Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengimbau Ketua RT dan juga RW untuk ikut berperan aktif yakni dengan  deteksi dini di wilayah masing-masing.

“Deteksi dini dimaksud adalah melakukan pendataan ulang kepada para pendatang,” ungkap Wardoyo kepada wartawan disela halal bihalal dengan karyawan Dinas Pangan di Pendopo GSP, Selasa (11/06/2019).

Menurutnya, deteksi dini harus dilakukan. Sebab berdasarkan pengalaman mayoritas  pelaku atau terduga teroris yang tertangkap oleh tim Desnsus 88 Mabes Polri merupakan warga pendatang yang kost maupun kontrak rumah di Sukoharjo.

“Dengan melakukan pendataan warga pendatang, kami berharap dapat meminimalisir kasus-kasus yang berbau terorisme. Kepada Ketua RT dan RW harus tegas, bilamana menemui pendatang baru yang enggan menyerahkan data bukti diri mulai dari KTP dan KK harus berani menolaknya,” tegas Bupati.

Seperti diketahui, sebelum aksi percobaan bom bunuh diri di pos pantau Bundaran Tugu Kartasura, tim Densus 88 anti terror Mabes POLRI menangkap Agung, warga Gumpang, Kartasura yang merupakan pendatang dari Klaten.

Setelah bom bunuh diri, tim Densus menggeledah rumah kontrakan di Ngruki, Cemani, Grogol milik Umar yang ditangkap di Lampung.

Selain itu juga menangkap Sugeng Riyadi di Laban, Mojolaban yang merupakan warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00