• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Polri : Keterangan Soenarko Soal Pemberian Senjata Api ke Kopassus Tidak Benar

11 June
17:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Polri menetapkan mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko (S) sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal dan kasus dugaan makar yang berkaitan dengan aksi kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Dalam konferensi pers soal perkembangan kasus insiden 21-22 Mei di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019), Polri menyebutkan, bahwa pihanya telah menelusuri dan melakukan penyelidikan soal kepemilikan senjata api laras panjang yang disebut-sebut dikirim dari Aceh itu.

Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi mengatakan, pihaknya telah mengkonfirmasi kepada tersangka S soal kepemilikan senjata api. Dia mengatakan, senjata api tersebut aktif bahkan telah dilakukan uji coba.

“Dari keterangan yang disampaikan kepada kami, tersangka S menjelaskan bahwa senjata tersebut akan diserahkan kepada satuan Kopassus,” kata Daddy.

Dari keterangan yang disampaikan S, tambah Daddy, pihaknya melakukan konfirmasi kepada satuan Kopassus berkaitan dengan pemberian senjata api tersebut. Ternyata keterangan yang disampaikan S tidak benar.

“Kemudian kami mencari informasi secara tertulis kepada satuan Kopassus dan kami sudah mendapatkan jawaban secara tertulis dari Kopassus. Bahwasanya satuan Kopassus belum pernah menerima pemberitahuan berkaitan senjata tersebut akan diserahkan kepada satuan kopaasus. Jadi informasi itu tidak benar,” tegasnya.

Dalam konfrensi pers tersebut Polri juga mengungkap sejumlah nama yang merupakan orang-orang suruhan untuk melakukan pembunuhan kepada sejumlah sejumlah tokoh nasional, nama-nama tersangka itu adalah yakni HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

Dalam kasus dugaan makar tersebut, Polri juga menetapkan tersangka kepada tiga orang mantan petinggi di TNI dan Polri yakni, eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko, eks Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen dan eks Kapolda Metro Sofyan Jacob.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00