• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Warga Desa Padang Tikar Bersyukur, Bupati Kubu Raya bersama Pertamina Cepat Merespon

11 June
17:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kubu Raya : Kurangnya pasokan gas LPG bersubsidi 3 Kg di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar), membuat masyarakat sekitar harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkannya. Hingga Senin (10/6/2019) kekurangan pasokan LPG 3 Kg ini masih terjadi.

Saat dikonfirmasi via telepon, penyalur gas LPG 3 Kg di Desa Padang Tikar Dua Mustafa Haji Marad mengatakan,  kekurangan pasokan LPG ini sudah berlangsung sejak bulan suci Ramadhan lalu sampai kemarin, kekurangan pasokan LPG ini pun masih terjadi.

Tentunya kondisi ini perlu mendapatkan perhatian dari pihak Pertamina selaku pemasok LPG ini dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya agar dapat saling berkoordinasi terkait kondisi ini.

"Kurangnya pasokan LPG dari pihak Pertamina ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2 Minggu lalu, tepatnya 1 Minggu sebelum perayaan Idul Fitri 1440 H sampai Senin kemarin. Karena begitu LPG datang di Desa Padang Tikar Dua,  masyarakat langsung menyerbu dan membelinya dan bahkan antriannya bisa mencapai 750 meter sampai 1 KM. dengan kondisi ini ada warga yang tidak mendapatkannya, meski sudah mengantri berjam-jam. Yang sangat menyedihkan lagi, ada ibu-ibu dan bapak-bapak pada saat mengantri ada yang sampai pinsan karena kelelahan dan ada juga warga sambil menggendong anaknya, dan anaknya sampai pinsan karena kepanasan. Tentunya kondisi ini sangat miris kalau sampai terjadi lagi", ungkap Mustafa Haji Marad saat melayani masyarakat yang ingin membeli gas LPG bersubsidi 3 Kg di Desa Padang Tikar Dua, Selasa (11/6/2019).

Mustafa sangat merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH bersama pihak Pertamina atas respon cepat yang dilakukan, sehingga pada hari ini, pihak Pertamina sudah menyalurkan sebanyak 1.680 tabung gas LPG di Desa Padang Tikar.

Meski demikian, masih ada warga yang tidak mendapatkan gas LPG ini. Mustafa menambahkan, biasanya harga gas LPG yang diambil dirinya dari pangkalan sebesar Rp17.500 dan dijual disekitar pasar Padang Tikar sebesar Rp21.000. dan harga ini akan terus mengalami kenaikkan jika sudah sampai ke Desa terjauh dari Padang Tikar yang mencapai Rp25.000.

"Kami atas nama masyarakat Kecamatan Batu Ampar khususnya desa Padang Tikar, Medan Mas, Tasik Malaya, Sungai Besar, Sungai Jawi, Ambarawa dan Desa Tanjung Harapan. Mengucapkan terimah kasih atas respon cepat dan tanggapnya bapak Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan SH untuk memperhatikan dan memberikan solusi tentang hajat hidup masyarakat banyak. Yang mana bapak Bupati juga sudah melaporkan  langsung kondisi ini kepada pejabat Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang langsung menelfon Kepala Cabang (Kacab) Pertamina Pontianak. Sehingga pada Senin pagi (10/6/2019) menemui bapak Bupati untuk dilakukan langkah solusi agar menambah kuota LPG, dan jumlah ini yang pagi tadi telah tiba ke pangkalan di Desa Padang Tikar. Kami juga memohon kepada instansi terkait untuk keseriusanya dalam menangani hal ini supaya jangan sampai terulang kembali. Alhamdulillah hari ini berkat keseriusan bapak Bupati antrian panjang sudah tidak separah hari-hari yg lalu. sekali lagi Terimah kasih bapak Bupati Muda", ucapnya.

 

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00