• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polisi Ungkap Peran Kivlan Zein, Otak Rencana Pembunuhan

11 June
16:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sebelumnya, kepolisian sudah menetapkan enam tersangka kepemilikan senjata api ilegal yaitu HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi, yang hendak merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional, mulai Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, sampai Gories Mere. 

Namun bukan sebatas empat tokoh nasional saja target mereka, akan tetapi juga hendak membunuh Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Dan keenam tersangka itu juga memiliki peran berbeda-beda, ada sebagai leader, pencari eksekutor, eksekutor, pencari senjata api, dan orang yang menjual senjata api ilegal.

"Adanya persesuaian keterangan saksi 1 dan lainnya serta persesuaian keterangan saksi dan barang bukti, persesuaian keterangan tersangka dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan 1 Direktur Eksekutif Charta Politika, lembaga survei (Yunarto Wijaya)," sebut Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu, lewat video, tersangka IR mengaku mendapat perintah dari Kivlan Zein untuk menghabisi nyawa Yunarto. Dirinya bahkan sudah dibekali alamat dan foto calon korbannya.

"Pak Kivlan keluarkan HP dan menunjukkan alamat serta foto Pak Yunarto, lembaga quick count, dan Pak Kivlan berkata pada saya, 'Coba kamu cek alamat ini, nanti kamu foto dan videokan'," kata IR melalui pengakuannya.

Sementara itu, kepolisian juga membuka kesaksian tersangka makar bernama H Kurniawan alias Iwan. Dirinya membeberkan peran Kivlan Zein yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka makar.

Dalam jumpa pers TNI-Polri di Kemenko Polhukam tersebut, Polisi bersama TNI memutarkan juga video pengakuan Iwan, yang membuka secara gamblang peran Kivlan Zein dalam rangkaian rencana pembunuhan lewat modus aksi kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang lalu.

Iwan memberi kesaksian dalam posisi duduk di sebuah kursi. Tangannya diletakkan di atas meja yang ada di depannya. Dia mengenakan kaos hitam yang dirangkap dengan kemeja oranye tak dikancing. Wajahnya disensor. Suaranya jelas dan tegas. Polisi menyatakan kesaksian yang ada di video sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Berikut kesaksian Iwan selengkapnya :

Saya H Kurniawan, biasa dipanggil Iwan, domisili Cibinong, Bogor. Saya diamankan polisi tangagl 21 Mei pukul tiga belas nol nol terkait ujaran kebencian, kepemilikan senjata api, dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya yang saya hormati dan saya banggakan, yaitu bapak mayor jenderal Kivlan Zein.

Di mana pada bulan Maret, sekitar Maret, saya dan saudara Udin dipanggil Bapak Kivlan untuk ketemuan ke Kelapa Gading. Dimana dalam pertemuan tersebut saya diberi uang seratus lima puluh juta untuk pembelian alat, senjata, yaitu senjata laras pendek dua pucuk, dan laras panjang 2 pucuk.

Uang tersebut seratus lima puluh juta dalam bentuk dolar Singapur dan langsung saya tukarkan di money changer. Karena saya belum mendapatkan senjata yang dimaksud, saya dikejar-kejar dan ditagih oleh Bapak Kivlan Zein, dan saat ditangkap saya membawa satu pucuk senjata jenis revolver 38 magnum, dengan mengisi sekitar seratus butir, yang saya bawa memang untuk ke lokasi demo, yang tujuan saya adalah untuk apabila menemukan massa tandingan dan akan membahayakan anak buah saya, maka saya akan bertanggung jawab untuk mengamankan seluruh anak buah saya. Dan tanggal 21 itu adalah aksi pemanasan demo di KPU, cuma karena memang massanya belum ramai saya segera kembali ke pangkalan yaitu di Jalan Proklamasi Nomor 36. 

Adapun senjata yang saya miliki itu saya dapatkkan dari seseorang ibu-ibu juga yang kebetulan juga masih keluarga besar TNI. Seharga, saya ganti, atau saya bawa dengan jaminan untuk beliau itu uang lima puluh juta, sedangkan senjata yang Mayer kaliber 22 dan Ladies Gun kaliber 22 yang saya dapatkan dari saudara Admil, yang Mayer saya percayakan kepada saudara Armi yang di sini Armi adalah sebagai pengawal, ajudan, sekaligus drivernya Bapak Kivlan Zein. 

Dan satu lagi yang Ladies Gun saya percayakan kepada saudara Udin untuk alat pengamanan pribadi selama melakukan aktivitas pemantauan dan pengamanan adapun sesuai TO yang diberikan bapak Kivlan Kepada saya dan saya sampaikan kepada Udin adalah Bapak Wiranto dan Bapak Luhut. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00