• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Massa Perusuh 21-22 Mei Sempat Curi Senjata Petugas

11 June
15:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Mohamad Iqbal menyebutkan, kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang lalu sudah direncanakan dengan matang oleh otak atau dalangnya, atau disebutnya dengan mastermind. 

Mulai depan Gedung Bawaslu, hingga melebar ke beberapa titik Ibukota memang sudah direncanakan dan disiapkan sedemikian rupa.

Berdasarkan penyelidikan dari semua tersangka baik orang lapangan maupun orang yang sudah ditangkap, disebutkan si dalang kerusuhan juga memobilisasi pergerakan massa ke sejumlah titik wilayah Jakarta. 

"Sudah ada perencanaan matang, ada mastermind untuk memobilisasi massa dan dimasukkanlah ke beberapa titik kerusuhan," kata Iqbal dalam keterangan pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019). 

Kepolisian memastikan, massa perusuh dan mereka yang menyerang petugas memang sudah niat. Bukan hanya untuk memprovokasi petugas, tapi juga untuk melukai bahkan sebisa mungkin membunuh petugas (menghilangkan nyawa).

"Massa perusuh dan mereka yang menyerang petugas ini sudah ada niat, bukan hanya untuk memprovokasi tapi untuk melukai bahkan untuk menghilangkan nyawa petugas," sambung Iqbal.

Bahkan seorang Komandan Batalyon di kepolisian sempat dicuri senjata dan pelurunya pada saat kerusuhan. Namun petugas sigap dan berhasil menangkap si pencuri itu. Akan tetapi Iqbal enggan mengungkapkan saat ini mengenai nama atau inisialnya.

"Ada satu senjata Danyon yang dicuri beserta pelurunya tapi alhamdulillah personel kami yang tergabung dalam tim penangan rusuh ini sudah dapat temukan pelaku dan barang buktinya. Tapi dijelaskan nanti saja, bukan hari ini," ujarnya.

Soal kerusakan fasilitas, Iqbal menyebut itu terjadi di beberapa tempat, misalnya perusakan dua bus Brimob, satu Jeep Rubikon, Toyota Rush milik Brimob di wilayah Jalan Sabang, Jakarta.

Sebelumnya, Iqbal sudah menegaskan, bahwa massa perusuh dimobilisasi utnuk menyerang petugas terlebih dahulu dengan senjata-senjata mematikan.

"Kejadian kerusuhan diawali oleh massa perusuh, karena mereka menyerang duluan. TNI-Polri hanya melaksanakan respons atas penyerangan tersebut. Kami tidak menyerang tetapi menghalau. Bukti banyak," sebut Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Dalam jumpa pers, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal didampingi Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi.

"Massa perusuh sekitar 6.000 orang menyerang petugas dengan benda-benda mematikan. Bukan benda biasa. Jadi, publik harus paham. Bahwa kejadian kerusuhan yang mengawali adalah massa perusuh, karena mereka menyerang duluan," kata Iqbal.

Kepolisian sudah mengendus dalang atau otak atau orang-orang yang memobilisasi massa ke sejumlah titik kerusuhan itu. 

"Sudah ada perencanaan matang, ada mastermind untuk memobilisasi massa dan dimasukkanlah ke beberapa titik kerusuhan," imbuhnya.

Dirinya lantas mengistilahkan dalang kerusuhan sebagai mastermind. Menurut dia, keberadaan si mastermind ini dipastikan berdasarkan perbedaan massa yang melakukan demonstrasi damai di depan Gedung Bawaslu dengan massa yang merusuh di sejumlah titik.  

Berdasarkan temuan, senjata-senjata yang digunakan massa perusuh untuk melawan petugas, yang disebut mematikan itu antara lain klewang, panah beracun, molotov, petasan roket, batu-batu, serta konblok yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk dilemparkan ke arah petugas.

"Molotov. petasan roket, panah beracun, klewang, pedang serta barang mematikan lainnya," tandas Iqbal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00