• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Cerita 21 Mei Terbagi Dalam Dua Segmen

11 June
15:43 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Momen aksi 21-22 Mei memberikan cerita tersendiri bagi petugas kepolisian dalam proses keamanan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membaginya ke dalam segmen yang berbanding 180 derajat.

"Pukul 21.10 Korlap kembali berkordinasi dengan Kapolres Jakarta Pusat menyampaikan sudah larut malam dihimbau massa agar kembali. Massa kembali dengan tertib, tadi ada juga yang beribadah dengan damai, selesai. Kapolda Metro Jaya sempat memerintahkan apel konsolidasi untuk memersiapkan dan mengecek dan melakukan analisa evaluasi," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal, di Gedung Kementerian Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Selasa (11/6/2019).

"Segmen kedua pada pukul 22.30 tiba-tiba, tidak ada kabar berita, massa perusuh sekitar 500 massa di depan atau di samping Bawaslu melakukan penyerangan dan pengerusakan terhadap petugas," tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa penyerangan terhadap petugas disertai benda-benda yang mematikan selain molotov maupun petasan roket terdapat pula panah beracun. Korban-korban yang ada dari pihak petugas langsung mengalami karena berada di garis terdepan.

"Bahkan petugas yang menghimbau diserang, bukan hanya benda-benda yang kecil tapi benda-benda yang mematikan, seperti molotov. Molotov itu kalau misalnya kena kepala, airnya tumpah, terbakar, bisa berakibat mematikan. Petasan, petasan yang kecil gapapa tapi petasan roket sama saja. Batu, kalau kecil gapapa tapi sebesar konblok dan sudah dipersiapkan, dan ada korban-korban yang nanti saya sampaikan dari petugas dari personil Polri yang ada di depan, ada juga panah dan panahnya beracun," ucapnya.

"Artinya, massa tersebut sudah disetting, didesain untuk rusuh menyerang memrovokasi petugas," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00