• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Mastermind Perusuh Bekali Massa dengan Senjata Mematikan Petugas

11 June
15:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menegaskan, massa perusuh pada kejadian 21-22 Mei 2019 yang lalu di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, hingga melebar ke kawasan Tanah Abang dan Petamburan sudah diatur dan dimobilisasi secara teratur sebelumnya.

"Kejadian kerusuhan diawali oleh massa perusuh, karena mereka menyerang duluan. TNI-Polri hanya melaksanakan respons atas penyerangan tersebut. Kami tidak menyerang tetapi menghalau. Bukti banyak," sebut Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Dalam jumpa pers, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal didampingi Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi.

Iqbal lanjut menuturkan, massa perusuh sudah disiapkan lewat perencanaan matang untuk menyerang petugas menggunakan benda-benda mematikan.

"Massa perusuh sekitar 6.000 orang menyerang petugas dengan benda-benda mematikan. Bukan benda biasa. Jadi, publik harus paham. Bahwa kejadian kerusuhan yang mengawali adalah massa perusuh, karena mereka menyerang duluan," kata Iqbal.

Kepolisian sudah mengendus dalang atau otak atau orang-orang yang memobilisasi massa ke sejumlah titik kerusuhan itu. 

"Sudah ada perencanaan matang, ada mastermind untuk memobilisasi massa dan dimasukkanlah ke beberapa titik kerusuhan," imbuhnya.

Dirinya lantas mengistilahkan dalang kerusuhan sebagai mastermind. Menurut dia, keberadaan si mastermind ini dipastikan berdasarkan perbedaan massa yang melakukan demonstrasi damai di depan Gedung Bawaslu dengan massa yang merusuh di sejumlah titik.  

Berdasarkan temuan, senjata-senjata yang digunakan massa perusuh untuk melawan petugas, yang disebut mematikan itu antara lain klewang, panah beracun, molotov, petasan roket, batu-batu, serta konblok yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk dilemparkan ke arah petugas.

"Molotov. petasan roket, panah beracun, klewang, pedang serta batang mematikan lainnya," tandas Iqbal. 

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00