• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Lebaran Topat Tradisi Masyarakat Sasak Pegang Teguh Kearifan Lokal

11 June
14:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Lebaran topat menjadi tradisi budaya yang dikemas dengan baik oleh pemerintah dalam mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan baik lokal, domestik dan mancanegara.

Kemasan yang menarik dan tidak meninggalkan kearifan lokal yang diwariskan, menjadi acuan utama yang harus diperhatikan dalam event lebaran topat.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat Tgh. Hazmi Hamzar mengatakan, perayaan lebaran topat di masyarakat sasak dilaksanakan secara berbeda.

Artinya masyarakat di kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur memiliki cara yang berbeda dalam merayakan lebaran topat.

Menurut Hazmi Hamzar, perbedaan ini menjadi kekuatan tersendiri yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat.

“Sesungguhnya lebaran topat itukan kalau di Lombok Barat itu lain ceritanya, Lombok Tengah lain ceritanya dan Lombok Timur juga lain,” katanya, Selasa (11/6/2019) serangkaian perayaan lebaran topat masyarakat Sasak Lombok.

“Kalau lebaran topat di Lombok Timur itu sama dengan lebaran Kiyai. Karena kiyai sudah puasa selama 6 hari setelah syawal mereka berbuka sesungguhnya. Kemudian mereka rapat tahunan untuk merencanakan satu tahun kedepan bagi kepentingan masjid, masyarakat dan maulid nabi serta lainnya,” tambahnya.

Hazmi Hamzar menambahkan, lebaran topat ini menjadi budaya masyarakat sasak yang harus terus dilestarikan sejauh tidak menyimpang.

Disatu sisi lebaran topat ini sudah dikenal tidak hanya ditingkat nasional tetapi juga di seluruh dunia.

“Untuk itulah pemerintah harus bisa mengkemasnya dengan baik agar tradisi ini tetap lestari,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00