• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Lebaran Tiba, Pecel Gendar Khas Sragen Bikin Kangen Pemudik

7 June
10:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Momen Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia, biasanya diisi dengan kegiatan mudik bersama anggota keluarga ke kampung halaman masing-masing agar bisa berlebaran dengan keluarga dan orangtua di sana.

Hal ini akhirnya menjadi tradisi karena kerap terjadi setiap lebaran dari tahun ke tahun. Terlebih untuk mereka yang merantau bekerja di kota, pastinya akan mudik ke daerah asalnya masing-masing.

Keluarga Pak Syaiful asal Sragen juga demikian. Dirinya bersama anak dan keponakan tinggal dan bekerja di Jakarta, namun setiap Idul Fitri selalu pulang kampung untuk berlebaran bersama orangtua.

"Iya selalu mudik, kan masih ada ibu di Sragen," ujar Syaiful saat ditemui RRI di Rest Area KM 101 B, Tol Cipali, Kamis (6/6/2019) petang.

Bicara tradisi, lebaran itu identik dengan makanan khas masing-masing daerah nusantara. Dan Syaiful membagikan sedikit kepada RRI mengenai tradisi makanan khas Sragen yang harus ada saat lebaran tiba.

"Lebaran hari ketiga, biasanya ada pertemuan rakyat besar-besaran. Namun yang paling dinantikan adalah kuliner khas Sragen saat lebaran, yakni pecel krupuk gendar.," kata Syaiful kepada RRI.

Sebagai informasi, Kerupuk gendar terkadang disebut gendar saja, terbuat dari adonan nasi yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Atau bisa pula dibuat dari ketan yang diolah menjadi tapai lalu dibumbui lagi agar renyah saat dikeringkan dan digoreng.

Sedangkan pecel, adalah sayuran seperti kangkung, tauge, kembang kol, yang direbus lantas dipotong halus, kemudian disiram saus atau sambal kacang. Pecel gendar bisa disantap dengan atau tanpa nasi. Sesuai selera bisa pula ditambahkan daun kemangi.

"Wah, pecel gendar itu salah satu makanan ciri khas Sragen banget, terutama saat lebaran," kata Syaiful.

Sebenarnya, bisa saja dibuat sendiri namun menjadi ciri khas karena disantap bersama keluarga saat lebaran. Jadi asyiknya rame-rame. (Foto: Istimewa).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00