• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Tentara Sudan Lanjut Kepung Massa, Korban Tewas Bertambah

3 June
15:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Khartoum : Pasukan keamanan Sudan telah bergerak masuk ke jantung Ibu Kota Sudan, Khartoum, untuk membubarkan paksa aksi protes di Kementerian Keamanan Sudan, Senin (3/6/2019) pagi.

Tentara menembaki para pengunjuk rasa yang mendesak pihak militer segera menyerahkan tampuk pimpinan kepada rakyat sipil, setelah berhasil menggulingkan Presiden Omar al-Bashir dari kursi pemerintahan yang sudah dipegang selama 30 tahun. 

Aparat keamanan setempat menyerbu kamp demonstran, membubarkan, mengejar, sekaligus membakar tenda-tenda yang dijadikan tempat bermalam mereka di seputaran area Kementerian Pertahanan Sudan.

Seperti dilansir Thw Washington Post, seorang koordinator demonstran menyatakan, aksi tembakan tentara telah membunuh sedikitnya lima orang warga sipil.

Dura Gambo, seorang aktivis, mengatakan sejumlah besar pasukan telah mengepung daerah tempat di luar markas militer di Khartoum dan menangkap pengunjuk rasa yang berusaha melarikan diri.

"Mereka telah membubarkan orang-orang," kata Gambo, seperti dilansir The Washington Post.

Sementara Amal al-Zein, aktivis lain, mengatakan pasukan keamanan juga membakar tenda mereka.

"Mereka mengepung kami dari segala arah," ujarnya singkat.

Pada bagian lain, Komite Dokter Sudan mengatakan sedikitnya lima orang tewas sejak bentrokan Senin pagi tadi, dan sejumlah besar orang luka-luka, namun belum dapat dirilis angkanya. 

Mirisnya, sekelompok personel medis bersama orang-orang yang terluka sempat terjebak di dalam klinik dalam kepungan aparat keamanan sebelum akhirnya berhasil dilepaskan pergi.

Para demonstran terus menyerukan agar seluruh rakyat Sudan mengambil bagian dalam "pembangkangan sipil total", serta mengimbau sebagian pasukan tentara keamanan Sudan untuk ikut dalam aksi Deklarasi Kebebasan dan Perubahan dalam menjatuhkan dewan militer yang tidak mau menyerahkan tampuk kekuasaan kepada rakyat sipil.

Seorang wartawan Associated Press melihat bus dan tentara berjalan kaki untuk untuk memblokade jalan menuju lokasi protes. Warga sipil tidak diizinkan berada di jalanan, termasuk wanita dan anak-anak. 

Puluhan ribu pengunjuk rasa telah berkemah sejak 6 April di luar markas militer, pusat pemberontakan Sudan yang menyebabkan tergulingnya Presiden Omar al-Bashir.

Hingga kini, bentrokan antara pemrotes dengan pihak keamanan masih berlangsung. Para pengunjuk rasa bersumpah untuk tetap melancarkan aksi mereka di jalanan.

Sebelumnya, beberapa pimpinan demonstran bersama pejabat militer melakukan negosiasi mengenai susunan pemerintahan transisi. Namun ketika masuk dalam usulan pembatasan perwakilan militer, mereka kembali bersitegang dan terpecah, hingga akhirnya pimpinan dewan dengan para jenderal yang berkuasa akhirnya menolak untuk menyerahkan kekuasaan militer kepada pihak sipil.

(Foto: TheGuardian/Ashraf Shazly/AFP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00