• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Duterte Mengaku Hampir Jadi Gay, Ternyata Begini Ceritanya

3 June
13:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tokyo : Presiden Filipina Rodrigo Duterte sangat dicintai rakyatnya. Penampilannya yang sederhana, humble terhadap semua orang tanpa terkecuali, serta tegas menyikapi masalah yang hendak memecah belah persatuan negaranya, menjadi daya tarik rakyat Filipina untuk terus mencintainya.

Namun satu kelemahan Duterte, ia agak kontroversial dan kerap mengucapkan kalimat atau ujaran konyol jika ada yang menyulut emosinya.

Hal itu terjadi ketika ia mengunjungi Komunitas Filipina di Tokyo, Jepang, untuk menghadiri sebuah acara resmi, Minggu, 2 Juni 2019 kemarin.

Di hadapan orang banyak, Duterte meracau bahwa dirinya telah "disembuhkan" dari menjadi gay oleh seorang wanita cantik.

Seperti dilansir Independent, dia menyatakan telah "menjadi lelaki lagi" setelah bertemu isteri pertamanya, Elizabeth Zimmerman.

Akan tetapi, setelah ditelusuri, kalimat kontroversialnya tersebut ditujukan kepada lawan politik, Senator Antonio Trillanes IV. Seperti dilansir Rappler Filipina, seseorang telah memancing emosi Duterte dengan menginformasikan bahwa Trillanes mengkritiknya sebagai seorang homoseksual.

Akhirnya, pemimpin Filipina berusia 71 tahun itu panas, dan balik menyerang Trillanes dalam pidatonya di Tokyo tersebut. Dia menyatakan bahwa ia dan lawan politiknya itu sebenarnya sama-sama punya indikasi menjadi gay, tapi dirinya lebih dulu sembuh.

“Untung Trillanes dan aku sama (sama-sama gay). Tapi aku menyembuhkan diriku sendiri ketika memulai hubungan dengan Zimmerman. Saya berkata, ini dia, saya menjadi pria lagi," ketus Duterte dalam pidatonya di Tokyo.

Konyolnya lagi, Duterte mengakhiri pidatonya dengan mengundang beberapa wanita ke ats panggung lalu mengecup mereka satu persatu.

Seperti dilansir CNN Filipina, Duterte mengundang sekitar empat wanita untuk naik ke atas panggung, memperkenalkan mereka, kemudian memberi nasehat, lalu memberi kecupan. Dan menurutnya, itu wajar karena para wanita itu bukan dibawah umur lagi.

Walaupun Duterte mendukung kesetaraan LGBT, namun ia memiliki sejarah panjang dalam menggunakan hinaan homofobik terhadap lawan politiknya. Dan kalimat yang ditujukan kepada Trillanes adalah salah satu karya konyol Duterte.

Sebelumnya, pada Januari 2019 yang lalu, Duterte menyerang para uskup Katolik di Filipina dan menuding sebagian besar dari mereka gay setelah Gereja mengkritik caranya memerangi narkotika dengan membunuh para pengedar dan penjualnya.

“Sebagian besar dari mereka (para uskup) adalah gay. Mereka harus keluar ke tempat terbuka, lalu mencari pacar," ujar Duterte, seperti dilansir Rappler Filipina.

Namun demikian, apapun itu, kekonyolan bergaya homofobik sepertinya harus dihentikan karena dinilai bakal mengakibatkan banyak persepsi negatif. (Foto: Independent).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00