• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Laporkan Pelecehan Seksual, Remaja Cantik Tewas Dibakar Hidup-Hidup

30 May
15:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangladesh : Kebiadaban menyelimuti langit Bangladesh sejak dua hari lalu. Enam belas orang telah didakwa pengadilan setempat atas pembunuhan berencana yang sangat mengejutkan. 

Mereka membakar hidup-hidup remaja putri berusia 19 tahun yang mengadukan pelecehan seksual yang diterimanya kepada pihak sekolah.

Nusrat Jahan Rafi (19 ) disiram minyak tanah dan dibakar di atap sekolah pada 6 April 2019, beberapa hari setelah mengajukan pengaduan pelecehan seksual yang dialaminya.

Kepala Sekolah Siraj Ud Doula, merupakan salah satu yang didakwa pengadilan, karena dirinya terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut. Doula merupakan orang yang didatangi Jahan Rafi untuk mengadukan penderitaannya.

Keterlibatan Doula mengemuka, karena ia sebelumnya meminta Jahan Rafi menarik laporannya. Kepolisian bahkan menggambarkan pembunuhan terhadap Nusrat Jahan Rafi seperti sebuah 'rencana militer'.

Kasus ini lantas memicu protes massa di Bangladesh, yang menyoroti kerentanan para korban kekerasan seksual dan pelecehan seksual di negara itu, seperti dilansir BBC, Rabu (29/5/2019).

Sebelumnya, Rafi mengajukan pengaduan polisi terhadap Doula pada akhir Maret 2019 dan Doula ditangkap. Pada 6 April 2019, Jahan Rafi masuk sekolah untuk mengikuti ujian akhir, dan ia disergap oleh beberapa orang bercadar, kemudian dibawa ke atap sekolah, disiram minyak tanah dan dibakar hidup-hidup. 

Polisi menjelaskan, para pelaku ingin membuatnya terlihat seperti aksi bunuh diri. Akan tetapi, ternyata Rafi tidak meninggal dunia di tempat, ia menderita luka bakar 80 persen sekujur tubuh. Dan gadis remaja tersebut membeberkan semua kejadian kepada pihak kepolisian sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada 10 April 2019 yang lalu.

Kepolisian wilayah Feni, sebuah kota kecil 160 km di luar Ibukota Dhaka, secara resmi menjatuhkan dakwaan pembunuhan terhadap 16 tersangka. Mereka termasuk siswa di madrasah dan dua politisi lokal dari Partai Liga Awami.

Penyidik menyerukan hukuman mati untuk semua tersangka. Polisi mengatakan bahwa kepala sekolah Siraj Ud Doula juga telah mengaku di pengadilan bahwa ia memerintahkan pembunuhan itu. Total 12 terdakwa telah memberikan pernyataan pengakuan, menyisakan dua politisi Partai Liga Awami, belum mengakui keterlibatan.

Menjawab kematian Nusrat Jahan Rafi, Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina bersumpah, bahwa setiap orang yang terlibat dalam pembunuhan akan diadili.

"Tak satu pun dari pelakunya akan terhindar dari tindakan hukum," tegas Hasina. (Foto: BBC)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00