• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Badak Bercula Satu di Mahulu Dipantau dan Diamankan Keberadaannya

29 May
12:10 2019
4 Votes (4.5)

KBRN, Mahulu : Kementrian Lingkungan Hidup (Kemen-LHK) Republik Indonesia melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim)  bersama World Wide Fund for Nature (WWF) langsung terjun ke-lapangan.

Setelah menerima laporan dari Masyarakat terkiat ditemukannya jejak Badak Sumatera Bercula Satu di Kampung Nyerubungan, Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) belum lama ini.

Berkaitan hal itu, Kepala BKSDA Kaltim, Sunandar Trigunayasa Nurohmadi kepada RRI, Rabu (29/5/2019) menjelaskan, setelah melihat langsung kondisi dilapangan, jumlah Badak yang terdeteksi baru dua ekor, namun diperkirakan populasinya ada sekitar 15 ekor.

Sehingga Untuk memastikan hal itu, lanjutn Sunandar, pihaknya bersama Stakeholder terkait, segera melakukan pemantauan dan mengamankan keberadaan satwa langka di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

“Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi dengan baik, dan tentunya disini tahap pertama yang akan kita lakukan adalah memantau dan mengamankan keberadaan badak itu,”lanjutnya.

Ditambahkan Sunandar, jika memang sudah ditemukan serta bisa diamankan, rencananya untuk sementara waktu akan dibawa dan dikawinkan dengan Badak yang ada di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Hutan Kelian Lestari di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), melalui diskusi dengan Masyarakat.

“Memang harus kita diskusikan lagi dengan masyarakat, ketika memang akan dilakukan tindakan. Karena rencananya akan kita bawa untuk dikawinkan dengan badak yang ada di Kutai Barat. Itu sifatnya sementara, Nanti kita kembalikan ketika sudah beranak, itu harapan kita,”tambahnya.

Menurut Sunandar, dalam satu kantung populasi Badak, idealnya terdapat dua puluh ekor agar dapat hidup baik dan berkembang biak secara normal. Namun di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat diperkirakan hanya berjumlah sekitar kurang dari 15 ekor.

Maka itu, Ia mengharapkan dukungan dari Masyarakat baik di Mahulu maupun Kubar, karena pihakny gencar dalam upaya pelestarian Satwa Langka asli Kalimantan tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00