• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

TNGC dan IPB Kembangkan Bioprospecting Mikroba

28 May
06:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) tengah mengembangkan bioprospecting mikroba sebagai wujud peningkatan produktifitas pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida. 

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisitem (KSDAE), Wiratno, menuturkan, upaya tersebut menandakan kawasan hutan konservasi memiliki nilai sumberdaya biologi yang sangat penting dalam menunjang kegiatan budidaya masyarakat sekitar.

“Temuan ini merupakan bukti bahwa betapa pentingnya kawasan konservasi, bukan hanya kaitannya dengan perubahan iklim, habitat satwa liar, air, dan wisata alam itu sudah biasa, sedangkan penemuan ini merupakan hal yang luar biasa,” ujar Wiratno.

Wiratno juga mengungkapkan kegiatan eksplorasi, dan pemanfaatan mikroba berguna, asal taman nasional bisa menjadi solusi memecahkan masalah pertanian pegunungan dan perubahan iklim. 

"Saat ini, mikroba berguna asal TNGC tersebut sedang diteliti lanjut untuk mengkaji pengaruhnya pada berbagai tanaman dan dasar fisiologinya," tambahnya.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Suryo Wiyono dari Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB, melibatkan 37 sampel yang dikumpulkan dari tanah, akar-akaran, dan daun dari berbagai tanaman di kawasan TNGC untuk mendapatkan mikroba berguna.

"Berdasarkan hasil isolasi, uji hemolysis, dan uji hipersensitif, menghasilkan tiga kelompok mikrob yang berguna bagi tanaman. Pertama, cendawan patogen serangga hama, khususnya kelompok wereng dan kutu-kutuan, yaitu cendawan Hirsutella sp dan Lecanicillium sp.," jelas Dr. Suryo.

Saat ini, sebagian besar petani dari 54 Desa penyangga langsung menggunakan bahan kimia buatan sebagai penyubur tanaman maupun sebagai pembasmi hama. Praktek yang sudah dilakukan bertahun-tahun tersebut dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan ekosistem alam, baik yang ada di dalam kawasan TNGC maupun di luar kawasan. Hal inilah yang menjadi latar belakang kerjasama penelitian antara Balai TNGC dengan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB mulai tahun 2017. 

Sebagai tindaklanjut dari penelitian tersebut, Balai TNGC dan Fakultas Pertanian IPB melibatkan pihak terkait untuk menyusun roadmap yang memuat tahapan karakterisasi molekuler, pengujian dan implementasi lapangan dalam skala yang lebih luas.

Hasil bioprospecting mikroba di TNGC tersebut merupakan bukti nyata bahwa kawasan konservasi adalah genetic bank yang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas dan mengembangkan pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00