• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Menteri ESDM Diluar Negeri, KPK Kembali Jadwalkan Pemanggilan Ulang

27 May
13:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Koruosi (KPK) kembali menjadwalkan ulang pemanggilan dan pemeriksaan Menteri ESDM Ignasius Jonan sebagai saksi dalam dua perkara. Penjadwalan ulang ini dikarenakan yang bersangkutan masih melakukan perjalanan dinas keluar negeri.

"Pihak Kementerian ESDM kembali mengirimkan surat ke KPK. Surat yang ditandatangani oleh Plh. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM tersebut menguraikan bahwa Ignasius Jonan tidak dapat memenuhi panggilan KPK hari ini karena agenda ke Amerika Serikat dan Jepang belum selesai." kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Senin (27/5/2019).

Febri menyebut Kementerian ESDM meminta penjadwalam ulang pada tanggal 31 Mei mendatang.

"Sehingga, meminta penjadwalan ulang 31 Mei 2019. Surat ini akan kami pelajari terlebih dahulu dan dibahas bersama tim Penyidik." tambah Febri.

Sebelumnya dikarenakan Jonan tidak memenuhi panggilan penyidik KPK pada tanggal 15 Mei 2019 lalu, KPK menjadwalkan ulang pemanggilan pada hari ini. Hal itu dilakukan karena adanya informasi dari pihak ESDM menyebutkan pelaksanaan tugas di Luar Negeri telah selesai pada tanggal 24 Mei 2019 lalu.

Sebelumnya Jonan hari ini direncanakan akan diperiksa sebagai saksi untuk dua orang tersangka yaitu Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir yang merupakan tersangka dalam kasus suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1, dan kasus suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), yang menjerat Samin tan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal.

Seperti yang diketahui dalam pengembangan kasus PLTU Riau 1, KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. KPK menduga Sofyan Basir menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni M Saragih dan Idrus Marham yang diberikan oleh Johannes B Kotjo.

Suap tersebut diduga guna Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd mendapatkan Indpendent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Untuk itu, terjadi pertemuan antara Kotjo, Eni dan Sofyan Basir untuk membahas proyek itu.

Sedangkan dalam perkara suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), Samin Tan diduga memberikan uang senilai Rp 5 miliar kepada Eni M Saragih.

Uang tersebut diduga terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00