• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Hina Jokowi Saat Aksi 22 Mei, PNS di Aceh Diamankan Polisi

26 May
23:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Abdya : Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial K (44) warga Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh ditangkap Polisi terkait kasus tindak pidana penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan penyebaran berita bohong atau hoaks serta hasutan yang menimbulkan SARA. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Agus Sartijo membernarkan adanya penangkapan terhadap pelaku. Kata Agus, oknum PNS tersebut bekerja di kantor Camat Kuala Batee, Aceh Barat Daya. 

"Pelaku diamankan pada hari Sabtu (25/05/2019) sekira pukul 22.30 WI perihal adanya oknum PNS Kabupaten Aceh Barat Daya yang sering menyebarkan berita hoaks dan isu- isu provokasi melalui media sosial," kata Agus. 

Dikatakan Agus, oknum PNS tersebut diduga melakukan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik atau penyebaran informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. 

"Pelaku diancam dengan pasal 45 ayat (3) dan / atau pasal 45A ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU NO 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan transaksi elektronik," tegasnya. 

Dijelaskan Agus, pelaku diduga menyebarkan postingan video ke media sosial berkaitan dengan aksi unjuk rasa 22 Mei 2019 di Jakarta lalu. 

"Tindak pidana tersebut diduga dilakukan K melalui postingan video dan postingan kata-kata ujaran kebencian terhadap Kepala Negara serta unsur SARA melalui akun Facebook miliknya atas nama Masyadi Manggeng sekira pada tanggal 23 Mei 2019. 

"Alat bukti yang disita berupa satu unit handphone tipe Vivo Y15," ujarnya. 

Dari hasil penyelidikan, ungkap Agus, terduga pelaku mengaku telah menyebarkan unggahan tersebut, dan Dia mengaku tidak ada maksud dan tujuan mengina. 

"Dia mengaku tidak berpihak kepada pasangan calon presiden/wakil presiden 01 Jokowi - Makruf Amin atau pasangan calon presiden/wakil presiden 02 yakni Prabowo - Sandi," katanya. 

Saat ini K sedang dilakukan proses penyidikan lebih lanjut guna mengetahui apa motifnya melakukan penyebaran berita bohong dan unsur penghinaan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00