• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kementerian Kominfo Tekankan Masyarakat dan Pemerintah Daerah Cegah Kasus Stunting

26 May
20:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali mengajak masyarakat, bersama-sama meningkatkan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi untuk mencegah stunting. 

Hal itu terungkap dalam roadshow sosialisasi program percepatan penurunan stunting yang digelar melalui pertunjukkan seni tradisional wayang kulit di Lapangan Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo Sabtu (25/5/2019) malam.

Pentas sosialisasi melalui pagelaran wayang kulit itu menghadirkan dalang Ki Warseno Slenk dan Ki Amar Pradopo dengan lakor Bathara Kala Sirna. 

Dalam sambutannya, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo, Wiryanta mengingatkan kembali semangat persatuan dan gotong royong pasca hajatan pesta demokrasi 17 April lalu. Menurutnya bangsa ini akan berdiri kokoh sepanjang masa jika semua elemen tidak lelah untuk bersatu padu dan bergotong royong. 

Wiryanta kemudian menyampaikan bahwa tahun 2030 ada bonus demografi di Indonesia dan salah satu persoalan yang harus ditekan adalah kasus stunting atau kekurangan gizi pada anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, saat ini 30,8 persen atau sekitar 3 dari 10 anak Indonesia mengalami stunting. 

"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi anak terlalu pendek untuk usianya. Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir. Namun stunting baru terlihat setelah anak berusia dua tahun," paparnya.

Wiryanta menjelaskan penanganan stunting tidak hanya dari sisi kecukupan gizi. Namun juga perlu dibudayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil. Misalnya melalui perubahan pola hidup dan pola makan ke arah yang lebih sehat, sehingga kekurangan gizi kronis dapat diatasi.

"Untuk mengatasi permasalah kurang gizi kronis tersebut tidak bisa hanya mengandalkan  peran sektor kesehatan saja," terangnya.

Sekda Surakarta, Ahyani yang hadir mewakili Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya mengapresiasi sosialisasi lewat pertunjukan wayang kulit itu. Ia menyampaikan Pemkot Surakarta mendukung penuh program pemerintah untuk pemenuhan gizi pada anak usia dini guna mencegah stunting.

"Pemenuhan gizi sebagai tonggak masa depan anak-anak. Asupan gizi yang kurang, akan akibatkan anak sulit meraih cita-cita. Karenanya perlu pendekatan komprehensif mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga pendekatan pola hidup sehat," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00