• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Polisi Iran Tutup Kelas Yoga Private Ilegal, 30 Orang Ditangkap

26 May
08:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pihak berwenang Iran tangkap 30 orang di kelas yoga pribadi di timur laut kota Gorgan. Kegiatan mereka diketahui lewat sebuah iklan di Instagram (IG).

Mengutip kantor berita Tasnim, seorang pejabat departemen kehakiman setempat mengatakan para pria dan wanita itu ditangkap saat berlatih yoga di rumah pribadi. 

Massoud Soleimani, wakil kepala Pengadilan Revolusi Islam di kota Gorgan mengungkapkan, mereka yang ditangkap mengenakan "pakaian yang tidak pantas" dan telah "berperilaku tidak pantas." 

Dia menambahkan bahwa instruktur tidak memiliki lisensi untuk kelas, dan sebelumnya rumah tersebut memang sudah dipantau pasukan keamanan sebelum penangkapan.

Olahraga campuran gender memang dilarang oleh otoritas Islam konservatif Iran. Latihan yoga sebenarnya tidak dilarang di Iran, akan tetapi tingkat profesionalitas instruktur dan legalitas tempat yoga itu sendiri harus mengikuti aturan. 

Meski kelompok garis keras agama sering mengkritik pengaruh yoga yang 'merusak', namun kegiatan masih berlangsung selama tidak melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah Iran.

Meskipun ada pembatasan, sejumlah sekolah yoga di negara itu mengiklankan layanan mereka secara online dan hobi ini semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Asosiasi Yoga Iran seperti dilansir The Economist, negara itu memiliki sekitar 200 pusat yoga pada 2014.

Iran juga memiliki kebijakan pemblokiran akses media sosial, terutama jika menemukan posting serta penyebaran foto maupun video yang dinilai tidak pantas jadi konsumsi publik. Dan rumah yoga ilegal yang baru saja ditangkapi anggotanya merupakan salah satu yang dianggap tidak pantas.

Sebelum penangkapan pad Sabtu, 25 Mei 2019 kemarin, pihak keamanan mengirim pemberitahuan dan telah diposting pada masing-masing akun sejak Kamis, yang berbunyi: "Atas perintah otoritas yudisial yang terhormat, alamat web ini telah disita karena mempublikasikan konten kriminal dan mereka yang terlibat dalam kejahatan yang dicatat dalam kasus ini sedang dituntut". 

Tidak lama setelah itu, akun-akun tersebut menjadi tidak dapat diakses, kemudian diikuti penangkapan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00