• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Cerita Dibalik Para Petugas Keamanan Dalam Kerusuhan 21-22 Mei

25 May
00:31 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Pasca kerusuhan yang terjadi pada hari Selasa hingga Rabu kemarin 21-22 Mei 2019 situasi depan Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI dan sekitarnya telah memasuki keadaan yang cukup kondusif.

Meski dengan keadaan kelelahan, setelah berhasil memukul mundur massa aksi yang melakukan kericuhan di kawasan M.H Thamrin (22/05/2019) pada pukul 22.00 WIB, namun sejumlah aparat gabungan TNI-Polri tetap menunaikan ibadah puasa.

Berdasarkan pantauan reporter RRI, yang tetap melakukan peliputan pengamanan aksi massa di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, sejak awal pengamanan di gedung Bawaslu yang dimulai pada hari Selasa, hingga saat ini, petugas gabungan TNI-Polri tetap menjalankan ibadah puasa. 

Memang bukanlah hal yang mudah, ketika para petugas keamanan, yang sedang menjalankan tugas pengamanan suatu wilayah dari kekisruhan yang bersamaan dengan momen pelaksanaan puasa, dengan mengemban tugas sebagai aparat keamanan yang memiliki tugas untuk memberikan keamanan bagi masyarakat sekitar.

Seperti yang di ceritakan salah satu petugas pengamanan dari satuan kepolisian bernama Rangga, yang mengisahkan pengalamannya saat pengamanan di depan gedung Bawaslu RI, Jakarta.

"Kalo saya emang agak sempet kewalahan sih, tapi kan kita masuk kepolisian ini udah tau resikonya. Kalo misalkan lagi puasa ada aksi ataupun nggak puasa ada aksi, ya itu udah kewajiban kita memberikan keamanan buat warga sekitar," ujarnya di depan gedung Bawaslu RI, Jakarta Jumat  (24/05/2019)

Tak hanya memberikan pengamanan yang diharuskan memiliki tenaga yang ekstra, para petugas pengamanan, juga memiliki perasaan. Itulah yang dapat tergambarkan dari raut wajah Rangga. Kesedihan Rangga, terlihat ketika kami menanyakan momen puasa bersama keluarga. 

"Sedih pasti, disaat orang-orang buka puasa sama keluarga bareng, sahur bareng keluarga. Tapi kita kita di sini buka puasanya bareng temen-temen aparat, sahurnya bareng temen-temen aparat. Sedih aja sih, tapi kalo ngejalanin? Yaudah, memang tugas kita," ungkap Rangga, diawali dengan nada terbata-bata mengingat keluarganya yang menunggu kepulangannya di rumah.

Namun dibalik kesedihan tersebut, Rangga, mendapatkan pengalaman baru. Diusianya yang masih muda, dan dengan profesinya sebagai petugas keamanan dari satuan kepolisian, Ia mendapatkan pelajaran baru, dengan menangani aksi massa yang cukup anarkis pada 21-22 Mei lalu. Ia menceritakan, bahwa kerusuhan silam, merupakan pengalaman pertamanya, dalam menghadapi aksi massa yang berujung pada kerusuhan dan anarkisme, disaat menunaikan ibadah puasa.

"Kalo ngamanin aksi massa udah pernah, tapi kalo sampe kisruh banget kaya kemarin, baru kali ini yang sampe berhari-hari. Ya saya dapet pengalaman yang bisa saya ceritakan kalo disaat puasa pernah ngalamin hal seperti ini. Jadi nanti udah terbiasa kalo misalkan ada kejadian yang seperti ini di tahun depan, dibulan puasa tahun berikutnya, jadi nggak kaget lagi. Ada pengalaman lagi antisipasinya kaya gimana," tutur Rangga.

Menjelang persiapan berbuka puasa, makanan untuk berbuka langsung dibagikan ke pihak aparat keamanan. Setelah azan magrib berkumandang, mereka tak langsung menyantap makanan yang telah disediakan. Terlihat salah seorang pemimpin pasukan memberi komando mengambil sikap bersiap, yang kemudian mengawali buka puasa bersama dengan berdoa.

Disela melepas dahaga dan lapar saat berpuasa, salah seorang petugas bahkan masih memikirkan kami (awak media) yang sedang mengabadikan momen tersebut, sebelum melakukan buka puasa. Mereka tampak ramah, menawarkan makanan ke para jurnalis yang sedang berada di sekitarnya.

"Mas, sudah makan belum? Ini mas silakan di makan," ujar para prajurit TNI-Polri, menawarkan awak media makanan dan minuman, dan berbuka puasa bersama.

Berdasarkan pantauan selama pengamanan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Dalam melakukan pengamanan secara 24 jam, aparat keamanan melakukan aktifitas disepanjang jalan M.H Thamrin (depan gedung Bawaslu), mulai dari beristirahat merebahkan tubuh untuk melepas kelelahan, hingga melakukan sahur dan buka puasa bersama, semua dilakukan dijalan yang berdebu, dan dengan beralaskan seadanya.

Suasana pada Jumat (24/05/2019) sore memang tak terlihat ketika pada hari Selasa dan Rabu, dimana pada saat itu kelompok massa masih terlihat melakukan aksi demonstrasi yang menimbulkan kerusuhan hingga ke daerah Sabang dan Jalan KH. Wahid Hasyim bahkan menuju Pasar Tanah Abang.

(Penulis : Joshua Sihombing )

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00