• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kapolda Kalbar bersama Pangdam XII/Tpr Jenguk Polisi dan TNI Korban Rusuh 22 Mei

24 May
21:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Didi Haryono Didi bersama Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Herman Asaribab menjenguk sejumlah anggota Polri dan TNI yang tertembak ketika membubarkan kerumunan massa saat unjuk rasa di Pontianak Timur.

Anggota TNI dan Polri itu saat ini dirawat di RS Bhayangkara Anton Sujarwo dan RS Kartika Husada, Pontianak.

"Kami keluarga besar Polda Kalbar dan Kodam XII tanjungpura, berharap pada kepada anggota untuk tetap semangat, dan keluarganya untuk tetap bersabar mendampinginya," kata Irjen Pol. Didi Haryono dalam keterangannya yang diterima RRI, Jumat (24/5/2019).

Dalam kunjungannya ini, Kapolda menyampaikan kepada anggotanya dan pihak keluarga agar tak perlu pusing memikirkan biaya perawatan. Sebab seluruh pengobatan ditanggung oleh dinas dan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kalbar.

"Pembiayaannya Itu ditanggung semua oleh dinas, apalagi ada BPJS, jangan khawatir," ucapnya.

Dalam hal ini, Kapolda juga memastikan bahwa tak ada korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Hanya saja memang beberapa di antaranya mengalami luka yang cukup serius. Hari kemarin petugas kepolisian menangkap 203 orang pengunjuk rasa yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. 

"Untuk di Kalbar, ada 3 anggota tertembak saat membubarkan massa, antara lain Bripda Aldiono, Ipda Agus, dan Brigadir Sarifin Ahyar. Aldiono berasal dari Satuan Sabhara Polda Kalbar mengalami luka tembak di tungkai bawah kanan, Agus yang juga berasal dari satuan yang sama terluka di kaki kanan, sedangkan Sarifin adalah anggota Satuan Restik Polres Mempawah tertembak di paha kiri,” beber Kapolda.

Peristiwa itu terjadi saat ketiganya tengah mengurai massa di Kecamatan Pontianak Timur pada Rabu kemarin. Ia menyebut, luka tembak yang dialami tiga polisi itu berasal dari arah massa yang diduga menggunakan senjata api rakitan.

Ketiganya lalu dievakuasi ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kalbar untuk mendapatkan pertolongan medis. Selain tertembak, masih ada dua aparat, masing-masing dari TNI dan Polri, yang terluka akibat lemparan batu.

"Seorang anggota TNI, Kapten Arm. Tri S, Danramil Sungai Kakap terkena lemparan batu mengakibatkan robek pada pelipis. Korban dievakuasi ke RS Kartika Husada. Dari Polri, korban merupakan supir Karoops Polda Kalbar, terluka di paha kanan akibat terkena lemparan batu dan langsung dibawa ke Dokkes Polda," terang dia.

Aksi unjuk rasa sudah berakhir, negosiasi berlangsung alot selama 3 jam mulai dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, Kamis dini hari. Negosiasi dikedepankan untuk mencegah tindak anarkis dan hal-hal yang merugikan.

"Pukul 03.30 WIB, Kamis dini hari, Jembatan Tol 1 sudah dapat dibuka untuk umum dan beberapa petugas Polri-TNI tetap berjaga-jaga di beberapa simpang titik rawan di wilayah Pontianak Timur. Situasi Kamis pagi sudah relatif aman, kondusif dan masyarakat sudah bisa beraktifitas melalui jalur Jembatan Tol Kapuas kembali," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00