• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pemerintah Jepang Fokus Bantuan Dana Tanggulangi Dampak Bencana Palu

24 May
21:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar (Kedubes) menggelar penandatanganan Pinjaman Yen bagi Indonesia mengenai Bantuan Hibah untuk Rekonstruksi serta Penanggulangan Bencana, dan Proyek Pengembangan Saluran Air Limbah di Jakarta (Zone 6) (Fase 1).

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii lantas menguraikan 3 (tiga) proyek bantuan hibah yang peruntukannya dikonsentrasikan untuk infrastruktur dan penanganan bencana.

1. Proyek Pembangunan Jembatan Palu 4 Kembali di Sulawesi Tengah (2,5 miliar yen)

"Proyek ini untuk membangun infrastruktur di antaranya jembatan Palu 4 serta jalan di sekitarnya yang terkena dampak besar karena gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, September 2018 silam. Dengan proyek ini, diharapkan memberikan manfaat kepada warga setempat sehingga berkontribusi untuk membentuk masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana alam," sebut Dubes Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii melalui pernyataan resmi yang diterima RRI, Jumat (24/5/2019).

2. Proyek untuk Bantuan Alat Berat Konstruksi (600 juta yen)

Bantuan ini, menurut Ishii, bertujuan untuk berkontribusi bagi rekonstruksi daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Proyek ini dipergunakan untuk memberikan alat berat konstruksi seperti mobil pemeriksaan jembatan, sehingga diharapkan berkontribusi untuk menstabilisasikan masyarakat melalui rekonstruksi yang cepat.

3. Proyek Penguatan Sistem Informasi Penanggulangan Bencana (1,989 miliar yen)

Ishii concern bahwa Indonesia kerap mengalami bencana alam. Yang menjadi tantangan darurat menurut Ishii adalah bagaimana menyelesaikan masalah pemutusan informasi dan keterlambatan penyampaian informasi pada saat terjadinya bencana.

Dalam Proyek ini, sistem penanganan dan penyampaian informasi penanggulangan bencana akan dipergunakan, sehingga diharapkan bertambahnya kurang lebih 1,7 kali lipat badan yang menyampaikan peringatan dini tentang gempa bumi serta tsunami pada 2024 dibandingkan pada 2017. 

Selain itu, diharapkan jumlah informasi  akan ditambah kurang lebih 3 (tiga) kali lipat dan kecepatan penyampaikan informasi juga dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, semua warga bisa mendapatkan informasi bencana alam lebih cepat serta tepat, dan juga dapat berkontribusi untuk mengurangi dampak bencana alam serta membentuk masyarakat yang aman melalui penguatan keamanan masyarakat.
 
Pertukaran nota atau E/N yang ditandatangani diketahui senilai 5,089 miliar Yen dan satu proyek pinjaman senilai 30,980 miliar Yen, dengan kondisi pinjaman sebagai berikut :

1.  Suku bunga: 0.1% (Bagian konsultan 0.01% per tahun)
2.  Masa pengembalikan: 25 tahun (termasuk grace period 7 tahun)
3.  Syarat pengadaan: un-tied

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00