• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Catatan Ramadhan

Ritual Malam Qunut 15 Ramadhan bagi Masyarakat Buton Eks Kesultanan Buton

22 May
04:00 2019
1 Votes (2)

KBRN, Baubau : Sejak agama islam masuk di Negeri ini pada pertengahan abad ke 16 Masehi, telah menjadikan Islam sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara diseluruh wilayah kesultanan Buton, bahkan hingga saat ini.

Ketika bulan suci ramadhan, ritual keagamaan melalui pelaksanaan puasa telah menghiasi berbagai aspek kehidupan sosial bermasyarakat sebagai bentuk aplikasi terhadap nilai-nilai Islam.

Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa malam pertama sampai dengan malam kesepuluh Ramadhan disebut sebagai periode kerahmatan, malam kesebelas sampai keduapuluh adalah periode pengampunan, kemudian malam keduapuluh sampai pada malam tiga puluh ramadhan merupakan perioode kemenanggan dan kebahagiaan.

Pemahaman masyarakat Buton tentang rukun puasa tidak terpisahkan dengan proses kejadian manusia. Hal ini ditandai ketiaka manusia merasakan lapar dan dahaga serta menghindari hal-hal yang membatalkan puasa merupakan simbolisasi seorang ibu yang sedang mengandung, harus mempuasakan dirinya dengan penuh kesabaran dan kepasrahan agar terlahir generasi idaman.

Masyarakat Buton meyakini bahwa seseorang yang berpuasa pada hari pertama hingga hari kesepuluh, disimbolkan bahwa dirinya sementara berada di alam arwah, puasa hari kesebelas sampai hari kelimabelas merupakan simbol bahwa manusia telah memasuki alam Mitsal.

Dan ketika puasa memasuki malam keenam belas merupakan simbol bahwa manusia telah berada di alam ajsam. Di alam ajsam nilah proses kejadian manusia telah berusia 120 hari dalam kandungan.

Saat itulah, Allah SWT melalui malaikatnya meniupkan roh kedalam kandungan seorang ibu sebagai persiapan memasuki alam insan atau manusia yang sempurna.

Inilah yang dimaksud Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya “ Kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan roh kedalamnya, memerintahkakn dengan menuliskan empat kalimat yaitu tentang catatan rezkynya, umurnya, amal perbuatannya, dan nasibnya sebagai orang yang beruntung atau merugi.

Qunut Ramadhan yang dilaksanakan pada 15 hari puasa atau 16 malam ramadhan dimulai jam 00.00 dini hari.

Tahun ini, Qunut Ramadhan di Kota Baubau dilaksanakan pada, Selasa (21/5/2019).

Pelaksanaan Qunut Ramadhan dihadiri oleh seluruh sarana hukumu masjid Agung Keraton bersama dengan unsur pemerintah dan masyarakat. Diawali dengan pelaksanaan shalat tarawih dan witir berjamaah, berdoa bermunajat kehadirat Illahi Rabbi.

Melalui prosesi Qunut Ramadhan ini diharapkan terlahirnya hubungan yang harmonis antara ulama dan umara sebagaimana terlukiskan dalam pesan Rasulillah SAW yang artinya

“Ada dua golongan yang apabila baik maka baiklah manusia, dan apabila jahat maka jahatlah manusia. Itulah hubungan antara ulama dan umara”.

Setelah selesai pelaksanaan shalat tarawih dan Qunut, dilanjutkan dengan pelaksanaan sahur bersama. Makan makanan khas tradisional yang disajikan di atas talang berkaki berbahan kuningan dan rotan.

Sebelum makan, diawali dengan pembacaan doa oleh Moji (aparat mesjid) tertua dari segi usia bertempat di Baruga Keraton.

Doa bersama ini (haroa) ini dimaksudkan untuk memohon kehadirat Allah SWT agar masyarakat di negeri ini tetap dilimpahkan rezeky, diberikan rasa aman dan tertib dijauhkan dari segala mara bahaya.

Sebagai kelanjutan dari rangkaian kegiatan prosesi Qunut Ramadhan ini diakhiri dengan pelaksanaan “Prosesi Qadiri” yang pelaksanaannya pada malam keduapuluh tujuh ramadhan.

Masyarakat setempat percaya, ini sebagai simbol proses kejadian manusia akan berpindah ke alam insan menuju kelahiran dengan keyakinan bahwa rahmat lailatul Qadri akan turun kepada seluruh umat manusia dan melalui satu syawal semua manusia mensucikan diri lahir batin yaitu kembali pada fitrahnya sebagaimana seorang yang baru dilahirkan oleh ibunya.

Ritual malam Qunut ramadhan ini terus diselenggarakan tiap tahunnya, sebab ini merupakan salah satu program pelestarian budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00