• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pukul Industri Pariwisata, Menpar Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan

20 May
21:00 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Jakarta : Banyak orang masih mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat. Penurunan tarif pesawat saat ini dengan rata-rata 15 persen  tak berdampak signifikan dan harga tiket masih jauh di atas harga lama.

"Penurunan tarif pesawat saat ini dengan rata-rata 15 persen masih cukup tinggi dan belum memberikan dampak siginifikan terhadap industri pariwisata nasional,"kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat ditemui di Kementerian Pariwisata pada Selasa (21/5/2019) sore.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Ada Apa ?

Menurut Menpar, dampak dari kenaikan mahalnya tiket pesawat menurunkan sektor pariwisata hingga 30 persen. 

"Ini sangat menghantam. Maka yang paling cepat adalah LCC (Low-cost carrier atau maskapai berbiaya murah, red)  kita imbau untuk tidak memberlakukan tarif atasnya dia, jadi kembali seperti dulu kira-kira 50% dari TBA atau Tarif Batas Atas. Atau katakanlah 60% masih bisa diterima masyarakat," ujar Arief Yahya.

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Warga Beralih Naik Kapal Laut

Dengan usulan tadi maka tarif bisa diturunkan menjadi sebesar 70 persen dari TBA pesawat saat ini. Dengan begitu, total kenaikan tarif sekitar 20 persen dari tarif normal sebelumnya.

"Saya rasa ini masih bisa diterima oleh masyarakat. Tapi kalau lebih dari itu, pasti akan terus diminta untuk diturunkan" kata Arief.

Menteri Arief Yahya menjelaskan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan.

Kemenpar kuatir jika maskapai LCC tidak menurunkan tarifnya sebesar 30 persen bakal menghantam industri pariwisata domestik.

Sebab, kata Arief, selain berdampak kepada wisatawan nusantara, ia memperkirakan mahalnya tarif tiket pesawat rute domestik turut berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara. 
Terutama, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke lebih dari satu destinasi di Indonesia.

"Kita sedang hitung berapa impact terhadap wisman. Namun, sementara angka penurunannya kira-kira 2-3 persen. Ini terutama bagi mereka yang multidestinasi," pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00