• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, KPK Kembali Geledah 3 Lokasi

20 May
20:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali geledah 3 lokasi baru terkait dengan  penyidikan perkara baru yang diduga terkait dengan pengadaan Kapal. Tiga lokasi geledah yang berada didaerah Menteng, Grogol dan Bekasi merupakan 2 rumah dari jajaran Direksi PT. DRU dan satu rumah Pejabat KKP.

"Kemudian untuk kasus pengadaan kapal hari ini ada tiga lokasi yang kami geledah. Meskipun saya belum bisa sampaikan ya kasus pokoknya apa, karena segera nanti setelah tim selesaikan kami umumkan pada publik. Jadi ada tiga lokasi yang kami geledah hari ini, rumah di Menteng, Grogol, dan Bekasi. Jadi 3 rumah ini adalah rumah di pihak direksi dari PT DRU dan pejabat dari KKP,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Senin (20/5/2019).

Menurutnya dari penggeledahan yang dilakukan KPK melihat adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penyidikan ini. Namun Febri belum mau menjelaskan secara gamblang, penyidikan baru yang saat ini ditangani KPK.

KPK pun menyatakan sudah ada tersangka dalam kasus ini walaupun masih belum diumumkan.

"Kalau KPK melakukan penggeledahan itu artinya kasusnya sudah di penyidikan, kalau kasusnya sudah di penyidikan itu berarti sekaligus di sana sudah ada tersangka. Tapi poin yang paling krusial saya kira adalah tahap awal ini di penyidikan awal ini kami perlu melakukan beberapa hal termasuk penggeledahan yang dilakukan sejak Minggu lalu ya di beberapa lokasi ada sekitar 4 atau 5 lokasi yang kami geledah."

"Mulai dari kantor salah satu Kementerian ya setingkat Eselon 1 kemudian kantor KKP maksud saya, dan kemudian juga ada rumah pejabatnya, rumah pihak swasta dan juga ke kantor perusahaan itu sendiri," tambah Febri.

Febri pun menyebut sudah ada pihak-pihak yang dibutuhkan keterangannya sudah diperiksa oleh KPK. Diperkirakan dalam kasus ini terdapat kerugian keuangan negara yang cukup besar, mencapai Rp 100 Mililliar.

"Jadi agar informasi ke publiknya bisa lebih terang segera akan kami sampaikan kepada publik. karena memang dalam kasus ini kerugian keuangan negara nya juga sangat besar ya. Dari identifikasi yang sudah dilakukan ini lebih dari Rp 100 Miliar dugaan kerugian keuangan negaranya. Sehingga kami harus sangat cermat dan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin dan sekuat mungkin,” tegas Febri.

Dari penggeledahan di 3 lokasi tersebut tim KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen pengadaan kapal.

"Ada dokumen-dokumen yang kami sita, dokumen itu terkait dengan proses pengadaan tentu saja ya dan juga terkait dengan penganggaran. Kemudian ada barang bukti elektronik juga yang kami amankan dari beberapa lokasi tersebut,” ujar Febri.

Selain itu Febri juga menyebut sudah ada beberapa pihak yang dicegah untuk berpergian keluar negeri, walaupun KPK tidak memberikan konfirmasi siapa pihak tersebut.

Sebelumnya tik KPK juga melakukan penggeledahan (17/5) di  kantor PT Daya Radar Utama di Tanjung Priok, Jakarta Utara.  Selain geledah PT Daya Rasar Utama, penyidik KPK juga melakukan penggedahan diruangan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dari dua lokasi tersebut disita sejumlah dokumen terkait pengadaan kapal dan barang bukti elektronik.

Dari laman perusahaan, PT Daya Radar Utama merupakan perusahaan yang berkutat pada industri perkapalan. Perusahaan itu juga membangun dan memperbaiki berbagai macam jenis kapal serta menjadi salah satu galangan di Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00