• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DPRD Malut Gelar Paripurna Istimewa Perdana Gubernur

20 May
16:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sofifi: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara (Malut) Alien Mus, Senin (20/5/2019) membuka rapat paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan pidato perdana Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba dan wakil gubernur M. Ali Yasin Ali  pasca pelantikan yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada  10 Mei 2019 di Jakarta.

Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba dalam pidato perdananya menyatakan, pada tahun 2014 lalu, IPM Malut di angka 65,18 telah meningkat menjadi 67,93 pada tahun 2018. Peningkatan SDM tersebut diikuti dengan penanganan kemiskinan dan pengangguran. 

Dimana tingkat kemiskinan pada tahun 2014 masih sebesar 7,41 persen menurun menjadi 6,62 persen pada tahun 2018, sementara pengangguran yang pada tahun 2014 sebesar 5,29 persen juga menurun menjadi 4,77 persen pada tahun 2018 dan capaian tersebut perlu dipacu dengan intervensi kebijakan yang lebih optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Sementara itu, capaian pembangunan ekonomi meningkat signifikan dari 5,49 persen pada tahun 2014 menjadi 7,92 persen pada tahun 2018. 

“Meskipun capaiannya memperlihatkan kenaikan akan tetapi masih bertumpu pada lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahanya,” 

ungkap gubernur dalam pidatonya.

Gubernur menambahkan, dimasa kepemimpinan AGK-YA periode 2019-2024 ini terdapat lima hal mendasar yang menjadi latar belakang perumusan visi-misi pembangunan Provinsi Malut diantaranya: 

Pertama, Membangun SDM yang sehat, cerdas dan berbudaya. Misi ini menekankan aspek kesehatan, pendidikan dan kebudayaan menjadi fokus perhatian dalam pembangunan. Peningkatan derajat kesehatan, perluasan akses pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana yang memadai, serta ketersediaan sumberdaya kesehatan sebagai implementasi kebijakan Maluku Utara Sehat.

Kemudian Membangun Malut yang cerdas dan berbudaya, ditujukan untuk meningkatkan rata-rata dan harapan lama sekolah, melalui perluasan akses pendidikan SMA/SMK/SLB dan 51, 52 serta 53, sarana dan prasarana yang cukup, tenaga guru yang memadai dan merata, peningkatan kualitas pendidikan, kepemudaan serta kebudayaan untuk menjaga nilai-nilai sejarah dan adat sebagai implementasi kebijakan Malut cerdas dan berbudaya.

Misi kedua, Mengakselerasi pembangunan infrastruktur, konektifitas dan pengembangan wilayah yang sejalan dengan upaya untuk terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, khususnya pada wilayah wilayah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan. 

Untuk itu misi ini diarahkan pada upaya pemantapan pembangunan peningkatan dan untuk infrastruktur dan jaringan transportasi ketimpangan antar wilayah, memperkecil antar memperluas konektivitas antar daerah, pulau dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah, pengendalian inflasi, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, serta mendorong mobilitas barang, jasa dan manusia. 

Ketiga, Membangun tatanan kehidupan masyarakat yang Agamis, Aman, Damai dan harmonis dan misi ini mendorong kesadaran nilai keagamaan, perlindungan sosial, meningkatkan kepedulian sosial, ketahanan bencana, dan pembinaan kehidupan berdemokrasi yang damai, rukun, toleran, serta mendukung penciptaan situasi aman dan harmonis dalam bingkai NKRI. 

Dan misai keempat, yaitu membangun perekonomian daerah yang inklusif dan berkualitas dengan orientasi pada nilai tambah dan pengelolaan SDA yang berkelanjutan. 

“Misi keempat ini sejalan dengan RPJPD provinsi Malut untuk lima tahun kedepan berada pada tahap keempat yaitu, penciptaan daya saing berkelanjutan yang diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan termasuk didalamnya ekonomi kreatif dan pengelolaan SDA berkelanjutan melalui pemberdayaan koperasi, UKM dan penumbuhan industri kecil menengah, serta perluasan lapangan kerja, kemudahan perizinan, peningkatan investasi terutama di sektor pariwisata, ekspor dan perluasan akses pemasaran terutama komoditas perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertambangan yang didukung dengan penyediaan sarana prasarana,” papar gubernur.

Kelima, terkelolanya pemerintahan yang lebih baik dan berkeadilan dan Misi ini untuk meningkatkan kinerja birokrasi pemerintahan yang akuntabel, transparan, partisipatif dan berkeadilan. 

Sejalan dengan lima Misi tersebut lanjut gubernur, maka akan dirumuskan program seratus hari kerja sebagai implementasi Malut sehat, cerdas dan berbudaya, tumbuh serta melayani. 

Ketua DPRD Malut, Alien Mus sebelum menutup paripurna mengingatkan kepada gubernur dan wakil gubernur agar tetap menjalankan apa yang menjadi kewajiban sebagaimana dengan visi dan misi yang telah ditentukan.

“Saya ingatkan kepada gubernur dan wakil gubernur, untuk menjalankan apa yang menjadi sumpah, karena sumpah yang diucapkan menjadi tanggungjawab baik di dunia maupun akhirat,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00