• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Rektor se Surabaya dan Madura Himbau BEM tak Ikut Aksi 22 Mei di Jakarta

20 May
14:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Rektor se Surabaya dan Madura serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII menghimbau agar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyikapi hasil Pemilu resmi yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang secara obyektif.

Seruan yang disampaikan ini menyusul situasi perpolitikan yang kian memanas dan adanya ajakan untuk ke Jakarta.

Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Moh Nasih rektor PTN, PTS Se- Surabaya dan Madura serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII mendeklarasikan diri untuk ikut menjaga situasi kondusif di lingkungan kampusnya.

"Kami mendorong BEM agar melakukan aktivitas secara ilmiah, bukannya irrasional. Kalau hanya menunjukkan rasanya tidak ada masalah, bisa ditunjukkan secara objektif tanpa turun ke jalan," urai Prof Nasih didampingi rektor-rektor lain, Senin (20/5/2019).

Ia menambahkan BEM bisa menyalurkan aspirasinya sepanjang tidak melanggar undang-undang dan peraturan yang ada. Apalagi BEM se-Indonesia menurutnya sudah melakukan konggres dan menyatakan ikut menjaga situasi pasca pemilu agar kondusif.

"Kami tidak mendorong mahasiswa ke Jakarta, ide dan bukti bisa disampaikan secara musyawarah. Dan argumentasi yang tidak memaksakan kehendak," ujarnya.

Selain itu, ia berharap pasca pemilu ini semua komponen bangsa, baik yang berbeda golongan, pilihan presiden dan lainnya bisa kembali bangkit dan bersatu mengejar ketertinggalan Indonesia.

"Saya rasa turun ke jalan bukan cara mahasiswa era milenial dan 4.0," pungkasnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Sutiyono mengungkapkan kampusnya sebagai PTN yang ada di Surabaya ingin ikut mendeklarasikan situasi pemilu yang damai. Apalagi UPN juga menjadi sorotan masyarakat sebagai kampus bela negara.

"Mahasiswa UPN saat ini cukup kondusif, apalagi saat ini pekan UAS. Kali ini belum ada izin tertentu untuk rombongan BEM berangkat ke Jakarta. Kalau secara individu tanpa izin perguruan tinggi," ujarnya.

Namun, pihak UPN mengungkapkan akan menolak perizinan mahasiswa yang membawa atribut kampus untuk ke Jakarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00