• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Mahasiswa se Indonesia Serukan Urusan Politik Dikembalikan ke Ranah Hukum dan Demokrasi

20 May
14:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Momen hari kebangkiatan nasional ke 111 pada 20 mei 2019  menjadi momentum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia turun ke jalan meneriakan hasil konfrensi nasional diselenggarakan di Kampus IPB Dramaga, Minggu (19/5/2019).

Kegiatan yang diikuti seluruh Presiden Mahasiswa (Presma)  beserta jajaran organisasinya dari 150 Perguruan Tinggi dan Swasta di Indonesia itupun mengambil sikap terkait isu politik yang berkembang.

Dari 4 rumusan hasil konfrensi yang berlangsung di kampus IPB Dramaga Bogor itupun Para Mahasiswa IPB sepakat  tidak turun ke jalan di Jakarta pada Rabu  22 Mei 2019 menyerukan aksi kedaulatan rakyat. 

Melainkan aksi kemanusiaan memperingati meninggalnya para penyelenggara pemilu baik KPU , Bawaslu dan aparat keamanan di seluruh Indonesia dalam mengawal proses pemilu hingga rekapitulasi.

Kordinator BEM Seluruh Indonesia M Nurdiansyah mengakui selama proses pemilu pileg dan pilpres di Indonesia masyarakat terpecah menjadi 2. Bahkan terus mengerucut hingga ke akar rumput. Adapun sengketa yang terjadi di antara maaing masing paslon dan Caleg di kembalikan  pada mekanisme hukum dan demokrasi yang berlaku.

"Kami menyoroti berbagai fenomena politik yang berkembang saat ini agar tetap dalam kerangka hukum dan demokrasi dan kami memastikan Aliansi Seluruh BEM pada 20 Mei hadir adalah murni untuk kemanusiaan", jelas Kordinator BEM SI M Nurdiansyah, Senin (20/5/2019).

BEM Seluruh Indonesia itupun meminta kepada seluruh organisasi kemahasiswaan untuk lebih mengedepankan persatuan dan tidak terbawa arus polarisasi politik yang sedang di hembuskan.

Hasil konferensi mahasiswa itupun diwujudkan hari ini Senin (20/5/2019) dengan turun ke jalan di halaman gedung DPR RI Jakarta. Dalam aksi tersebut Aliansi BEM Seluruh Indonesia menegaskan Independensinya yang terbebas dari kepentingan politik manapun baik 01 ataupun 02. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00