• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Masih Perjalanan Dinas Keluar Negeri, Menteri ESDM Tak Penuhi Panggilan Penyidik KPK

20 May
13:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil menteri ESDM Ignasius Jonan sebagai saksi di kasus suap dengan tersangka Dirur PLN nonaktif Sofyan Basir dan pihak Swasta Samin Tan.

Namun  Juru Bicara KPK memastikan Jonan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik KPK dikarenakan masih berada di Amerika Serikat untuk perjalanam dinas.

"Tadi saya dapat informasi dari tim, ada surat dari Kementerian ESDM yang kami terima. Intinya saksi masih berada di luar negeri sampai 24 Mei 2019 ini. Oleh karena itu, pemeriksaan akan dijadwalkan ulang minggu depan," kata Febri, Rabu (15/5/2019).

Febri menambahkan jika penjadwalan ulang akan dilakukan pada tanggal 27 Mei 2019 mendatang.

"Rencana penjadwalan ulang Senin, 27 Mei 2019," tambah Febri.

Surat pemberitahuan jika Menteri ESDM sedang berdinas di luar negeri sudah disampaikan Kementerian ESDM ke KPK pada pekan lalu. Kementerian ESDM telah mengirimkan surat ke KPK untuk memberitahukan jika Jonan ada perjalanan dinas ke Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Surat tersebut dikirimkan Kementerian ESDM untuk menjawab surat panggilan untuk pemeriksaan pada Rabu 15 Mei lalu.

Hari ini, Kementerian ESDM juga mengeluarkan keterangan tertulis yang menyatakan jika Jonan masih berada di Amerika Serikat, untuk berkunjung ke markas Freeport McMoran di Phoenix, Amerika Serikat, guna memastikan pelaksanaan dan penyelesaian dua isu penting pasca pengambilalihan 51 persen saham PT Freeport Indonesia. 

Selain itu direncanakan pernalanan dinas aka  dilanjutkan dengan kunjungan kerja ke Houston, AS, untuk bertemu dengan jajaran pimpinan puncak dua investor migas besar Indonesia, yaitu Chevron dan Conoco Phillips dan baru dijadwalkan balik ke Indonesia pada 24 Mei 2019.

Menteri ESDM, hari ini sebelumnya direncanakan akan diperiksa untuk dua orang tersangka yaitu Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir dan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan.

Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir merupakan tersangka dalam kasus suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1, dan kasus suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), yang menjerat Samin tan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal.

Pemanggilan ini merupakan penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap Jonan sebagai saksi terkait dua orang tersangka tersebut. Pada, Rabu (15/5/2019), Jonan rencananya diperiksa sebagai saksi untuk dua orang tersangka tersebut, namun dikarenakan terdapat perjalanan dinas keluar negeri maka dilakukan penjadwalan ulang.

Seperti yang diketahui dalam pengembangan kasus PLTU Riau 1, KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. KPK menduga Sofyan Basir menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni M Saragih dan Idrus Marham yang diberikan oleh Johannes B Kotjo.

Suap tersebut diduga guna Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd mendapatkan Indpendent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Untuk itu, terjadi pertemuan antara Kotjo, Eni dan Sofyan Basir untuk membahas proyek itu.

Sedangkan dalam perkara suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), Samin Tan diduga memberikan uang senilai Rp5 miliar kepada Eni M Saragih.

Uang tersebut diduga terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00