• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Catatan Ramadhan

Masjid Al Ikhlas, Simbol Kebersamaan Umat Muslim Kabupaten Kediri

20 May
13:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kediri : Marhaban Yaa Ramadan, ungkapan inilah yang seringkali menambah semangat umat muslim, untuk berlomba-lomba melipatgandakan ibadah mereka pada Bulan Suci Ramadan.

Seperti pada bulan Ramadan 1440 Hijriah sekarang, tampak sejumlah tempat ibadah mempercantik diri, seolah menarik antusias jamaah agar berkunjung dan sekaligus memperbanyak ibadah mereka. Misalnya, Masjid Al Ikhlas,  yang berlokasi di Jalan Pamenang Nomor 64, di lingkup Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri.

"Dilihat sekilas, mungkin banyak pengunjung beranggapan masjid dengan aksentuasi warna hijau muda ini sangat biasa. Namun, di balik kesederhanaannya Masjid Al Ikhlas ini menyimpan sisi sejarah yang sangat kental," kata Suwarno, Ketua Panitia Renovasi Masjid Al Ikhlas, di Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Senin (20/5/2019).

Suwarno menceritakan, sejak awal dibangun masjid dua lantai ini, bukan berdiri kokoh dan semegah sekarang. Konon tempat ibadah umat muslim ini, dilatar belakangi pendirian sebuah mushola yang telah diresmikan pada tanggal 3 Januari 1991, oleh Ruspandji, Bupati Kediri pada era tersebut.

Peresmian gedung mushola tanpa nama ini, kemudian diabadikan dalam sebuah prasasti, berbentuk persegi panjang berbahan baku batu marmer nan apik dan terdapat tanda tangan Bupati Kediri, Ruspandji.

Sampai sekarang, Prasasti ini masih dipasang dengan baik tepat di depan pintu masuk mushola, yang kini tak terpakai lagi. Namun ke depan, rencananya mushola ini bakal dimanfaatkan sebagai ruang khusus di lingkup Kantor Kemenag Kabupaten Kediri.

Lalu, pada beberapa tahun kemudian, seiring besarnya perhatian pemerintah maka Pemkab Kediri memberikan bantuan dengan mendirikan bangunan Masjid, yang lokasinya tak jauh dari mushola.

Seiring berjalannya waktu, pada bulan Ramadan ini, di era kepemimpinan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri M Amir Solehudin, masjid dan mushola yang awalnya terpisah, maka kini disatukan. Dengan harapan Masjid Al Ikhlas ini dapat sebagai simbol penguatan uhkhuwah Islamiyah di antara sesama muslim. Khususnya bagi mereka, pegawai pemerintah di lingkungan Kemenag Kabupaten Kediri ataupun masyarakat yang beribadah di masjid ini.

Hal ini mengingat, luas area masjid ini mampu menampung hingga 200an jamaah sekaligus. Kondisi itu akan sangat berbeda, dengan tatkala pengoperasian mushola sebelumnya karena terbatasnya area maka jamaah yang beribadah harus bergantian.

Untuk mengisi waktu pada Bulan Ramadan tahun ini, Renovasi Masjid yang diresmikan oleh M Amir Solehudin pada tanggal 30 April 2019 telah memiliki sejumlah kegiatan. Mulai dari salat berjamaah, hingga mengadakan kajian atau pengajian.

"Untuk acara pengajian ini, sesuai jadwal digelar oleh para ibu-ibu di lingkup Dharma Wanita di Kantor Kemenag Kabupaten Kediri," kata Suwarno.

Di lokasi ini, Ahmad, seorang jamaah Masjid Al Ikhlas, asal  Kabupaten Kediri, mengaku, sangat takjub dengan Renovasi Masjid Al Ikhlas. Apalagi kini, ruang untuk beribadah lebih luas dan dari segi pemilihan warna di dinding, sangat menyejukkan hati dan menenangkan pikiran.

Dia berharap, pesona dan sisi historis Masjid Al Ikhlas, tetap dilestarikan, sehingga penguatan uhkhuwah Islamiyah ini bakal bertahan sampai pada generasi mendatang. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00